BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Pasca diluncurkannya program plastik berbayar oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Pekanbaru menyebar angket sebanyak 2000 lembar.
Hal ini dilakukan untuk mengetahui pendapat warga Kota Pekanbaru atas diterapkannya pelaksanaan kantong plastik berbayar. Demikian yang dikatakan oleh Kepala BLH Pekanbaru Zulfikri.
“Dari 2000 kuisioner yang disebar, 1000 diantaranya telah dikembalikan. Dari yang sudah dikembalikan, 60 persen diantaranya setuju. Hanya saja mengenai tarif yang masih fluktuatif dari tanggapan yang mereka berikan,” katanya, Senin (21/3/2016)
Untuk beberapa waktu ke depan, BLH akan terus melakukan sosialisasi mengenai penerapan plastik berbayar di Pekanbaru. Karena yang menjadi permasalahan saat ini bukanlah tarif yang dikenakan kepada masyarakat, tetapi kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.
Selain itu, kata Zulfikri, dikhawatirkan pada 2050 semua perairan akan lebih banyak jumlah plastik dari pada ikan, apalagi kita ini termasuk nomor dua terbesar setelah china sebagai pengguna plastik.
“Plastik berbayar ini bukan untuk mencari uang, tetapi lebih kebagaimana menghindari masyarakat agar tidak menggunakan plastik. Seperti zaman dulu membeli bawang dan lainnya, orang tua kita menggunakan keranjang. Dan semua itu dibungkus dengan kertas,” ujarnya.
Disinggung mengenai apakah Pekanbaru akan menerapkan biaya kantong plastik bertingkat, Zulfikri mengatakan hal tersebut memang diperbolehkan. Bahkan dirinya mencontohkan seperti di Papua, pemerintah setempat menerapkan peraturan membayar Rp 2000 untuk setiap lembar plastiknya.
“Kalau untuk itu tentunya harus dibuat dulu aturan berupa perwako. Hanya saja kondisinya saat ini, melihat bagaimana kesanggupan dari masyarakat. Dan kami tekankan, dana pungutan ini bukanlah untuk menaikan PAD,” tutupnya.
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Pekanbaru Desi Susanti mengatakan, sosialisasi plastik berbayar dirasakan penting agar tidak menimbulkan persepsi ditengah masyarakat. “Sebaiknya disosialisasikan dulu tentang plastik berbayar itu, walaupun angka rupiahnya kecil, tapi itu sangat penting,” katanya, baru-baru ini.
Desi menambahkan, untuk mengurangi limbah sampah plastik yang ada saat ini, tidak dimanfaatkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk diolah dan hasil olahan tersebut menjadi nilai guna bagi masyarakat
Penulis: iqbal









