Karet dan Sawit Belum Pulih, FIF Pekanbaru Belum Capai Target

Jumat, 19 Februari 2016 13:08

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU- Penjualan kendaraan PT Federal Internasional Finance (FIF) Pekanbaru awal tahun 2016 alami penurunan. Hal ini dikarenakan adanya pengaruh penurunan harga komoditi perkebunan seperti sawit dan karet.

Hal ini disampaikan Branch Manager FIF Group Cabang Pekanbaru, Syarifuddin kepada bertuahpos.com. “Komoditi sawit dan karet belum pulih akibat harga yang jatuh memberikan pengaruh luar biasa, terutama pada target penjualan,” katanya, Jumat (19/02/2016).

Disampaikan Syarifuddin pada Januari 2016, FIF Group Pekanbaru baru berhasil melepas 700 unit kendaraan. Jumlah ini masih sedikit dari target yang ditetapkan 1000 unit per bulan. “Ini karena memang pasar kita lagi berat, akibat itu tadi harga sawit dan karet yang jatuh,” tuturnya.

Selain karena harga komoditi seperti sawit dan karet yang belum pulih. Musibah banjir yang beberapa waktu lalu mendera juga turut berdampak pada pembiyaan di FIF. Sehingga untuk Februari serta Maret ini, kata Syarifuddin akan kerja ekstra agar target bisa tercapai.

Baca: Bulan Ramadhan Pembeli dan penjual meningkat

Namun dirinya optimis FIF bisa kembali pulih, mengingat saat ini market yang ada masih lebih baik ketimbang tahun 2015. “Kita optimis bisa naik,” paparnya.

Kendati adanya penurunan daya beli masyarakat akibat harga komoditi perkebunan di Riau yang jatuh, Syarifuddin menyebutkan pihaknya tetap berpegang pada target awal. “Kita tidak revisi target, optimis market bisa naik dan pulih,” sebutnya.

Untuk tahun ini, pihaknya menargetkan terjadi pertumbuhan 20 persen dari pada tahun 2015. FIF Group Pekanbaru telah menyiapkan strategi-strategi agar target yang ditetapkan bisa tercapai. “Pameran tetap kita lakukan, dan kita juga siapkan berbagai promo bagi yang mau membeli kendaraan,” katanya.

Selain itu, Perusahaan pembiayaan PT Federal International Finance (FIF) tahun 2016  bakal ikut menghimpun pembiayaan haji dan umrah di tahun depan. Saat ini FIF tengah menjejaki untuk kerjasama dengan para travel agent penyelenggara ibadah haji dan umrah serta perbankan syariah.

Syarifuddin menyatakan untuk market umrah dan haji di Provinsi Riau masih tinggi. Dijelaskan juga pembiayaan haji dan umrah ini sudah melalui ketentuan dan berizin.

Penulis : Riki