Karena Terisolir, Nur Aisya: Kami Kesulitan Rujuk Pasien

Selasa, 23 Februari 2016 17:18

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Masyarakat di Desa Lubuk Bigau, Kecamatan Kampar Kiri Hulu terpaksa harus rela dirawat di rumah saja, sebab Puskesmas Pembantu yang ada di desa itu tidak bisa memberikan rujukan karena akses jalan untuk keluar, ke Puskesmas tidak memungkinkan untuk dilalui.

Nur Asyiah, Petugas Kesehatan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Lubuk Bigau menceritakan kondisi riil, bagaimana sulitnya masyarakat yang ingin berobat di desa ini. Banyak masyarakat desa itu yang harus mendapatkan penanganan khusus akibat penyakit yang dideritanya. Namun karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan, masyarakat yang sakit hanya dirawat di rumah masing-masing.

“Dengan jalan seperti ini, kami susah merujuk pasien. Mau dibawa pakai apa?. Sementara fasilitas di Pustu tidak memungkinkan untuk dilakukan perawatan. Banyak masyarakat di desa ini yang sakit, dan harus diinfus sebenarnya,” katanya.

Pernah suatu hari, Nur harus jemput obat-obatan ke Desa Batu Sasak. Jarak tmpunya, lebih kurang 6 kilo meter dengan jalan terjal, tanah kuning dan bebatuan. Pada saat itu usai hujan. Hanya separuh jalan, obat-obatan untuk masyarakat terpaksa dia tinggal di jalan. “Saya sudah tidak sanggup bawa,” ujarnya. “Sehari setelah itu, barulah warga yang pergi jemput obat-obatan itu.”

Baca: Kemas Siap Jalankan PR PDAM Tirta Siak

Ketua Persatuan Anak Negeri Pangkalan Kapas (Pangkas), Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Arika Harmon memasukkan persoalan kesehatan dalam tuntutan mereka kepada Pemerintah Kabupaten Kampar dan Pemerintah Provinsi Riau, yang selama ini dianggap tidak pernah peduli kepada nasib masyarakat di desa itu.

Dia mengatakan, di desa mereka
seiring tingginya angka kematian masyarakat yang kecelakaan, sakit dan demam karena sarana kesehatan yang ada di desa hanya Pustu. Dan itu tidak berfungsi secara maksimal karena semua tenaga kerja ditempatkan hanya bidan honor.

“Pemerintah Kabupaten Kampar tidak pernah peduli dengan keselamatan rakyatnya. Buktinya saja, sejak dulu sampai sekarang, tidak ada perubahan yang berarti pada sarana kesehatan, termasuk tenaga yang menangani masalah kesehata itu,” katanya.

Penulis: Melba