Kajian Maghrib: Penjual Daging Ini Jadi Teman Musa di Surga, Mengapa Dia Begitu Istimewa di Sisi Allah?

Selasa, 30 April 2019 16:07

BERTUAHPOS.COM – Allah SWT punya kehendak atas segala sesuatu. Kuasa Allah melebihi kuasa apapun di dunia ini. Melalui kisah dan riwayat cerita para nabi-nabi terdahulu Allah begitu banyak menunjukkan kuasanya kepada manusia. Kun fayakun. Jika Dia (Allah) menghendaki, maka terjadilah.

Seperti kisah Nabi Musa, dalam suatu ceramah yang diceritakan kembali oleh Ustaz Abdul Somad. Disuatu ketika Musa memohon kepada Allah agar diberi tahu siapa temannya nanti di surga. “Ya, Allah… Tunjukkanlah kepadaku, siapa nanti temanku di Surga-Mu…”

Allah berkehendak, kemudian Musa diberi petunjuk. “Orang yang akan bersamamu di Surga, hai Musa, ada di paling sudut di sebuah pasar,” cerita Abdul Somad. Dengan rasa penuh penasaran Musa kemudian menelusuri pasar itu dan di bagian paling ujung ditemukannya seorang pria penjual daging.

Musa yang ketika itu dibuat heran, semakin penasaran. Apalah istimewanya seorang penjual daging sehingga dia mendapatkan keistimewaan di sisi Allah dan harus mendampingi Musa di dalam surga.

Baca: Wardan Akui KPE Sangat Membantu

Ustaz Abdul Somad bercerita, karena dirundung rasa penasaran, secara diam-diam Nabi Musa AS, mengikuti penjual daging itu hingga ke rumahnya. Sesampainya di rumah dilihat oleh Musa, tukang daging itu mencincang daging kemudian dimasaknya. 

Setelah itu, dia menyuapi ibunya yang sudah renta dengan semangkok sup daging yang dimasaknya. Setelah makan, ibunya berdoa kepada Allah. “Ya Allah… Masukkanlah anakku ini ke dalam surga-Mu bersama Musa.”

“Sudahkan para ibu mendoakan anak-anaknya, seperti ibu seorang tukang daging itu yang selalu mendoakan anaknya masuk surga. Doakanlah anak-anak kita, sebab doa seorang ibu itu makbul. ‘Ya Allah… Masukkanlah anak-anak kami ke dalam surga bersama Nabi Muhammad SAW.’ Tidak masalah dia seorang penjual daging, tapi imannya kokoh, kuat, dan percaya akan kebesaran Allah SWT. Karena ibunya sejak kecil sudah mengajarkan anaknya untuk beriman kepada Allah,” ujar Ustaz Abdul Somad. (bpc3)