• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 31, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

JMGR: Harusnya Pejabat Negara Jaga Bicara Agar Tak Lukai Hati Rakyat Riau

Tim Redaksi by Tim Redaksi
17 September 2019
Share on FacebookShare on Twitter

BERUAHPOS.COM, PEKANBARU – Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR) pernyataan Menteri Kordinator Politik, hukum dan Keamanan, Wiranto melukai hati masyarakat. Wiranto menyebut bahwa Karhutla di Riau acap kali terjadi karena aktivitas peladang yang menggarap lahan dengan cara membakar.

“JMGR menilai pernyataan itu melukai hati masyarakat gambut dan memperdalam derita fisikis akibat bencana kabut asap yang tak kunjung berhasil ditangani oleh pemerintah,” kata Sekretaris Jenderal JMGR, Isnadi Esman, dalam rilis yang diterima bertuahpos.com.

“Dalam situasi sensitive seperti saat ini dimana masyarakat sedang menghadapi ancaman dari kabut asap seharusnya pejabat negara sebagai mana Pak Wiranto ini harus bisa menjaga pernyataanya, hal ini penting untuk menjaga situasi tetap kondusif,” ungkapnya.

Isnadi menyebut bahwa selama ini masyarakat sudah cukup menderita baik fisik maupun pisikis menghadapi dampak dari kabut asap, hari ini masyarakat jangankan untuk mencari nafkah keluarga, untuk bernafas saja sudah susah. Untuk itu jangan lagi di perparah dengan tudingan masyarakat peladanglah yang menjadi puncak Karhutla.

Pemerintah harus tahu, bahwa Karhutla yang pada setiap tahun terjadi ini bukan karena aktifitas perladangan masyarakat. Dia mengungkapkan, masyarakat berladang hanya sebatas untuk memenuhi kebutuhan hidup, namun cukong dan pemodal seperti perusahaan yang lebih menuai kekayaan dari aktifitas pembakaran lahan.

Dia menilai, di sisi lain, kelemahan pemerintah yang tunduk pada korporasi dan tidak berani mengintervensi secara maksimal kepada perusahaan untuk melakukan upaya restorasi, tidak mampu memberikan sanksi atas kerusakan gambut yang disebabkan perusahaan itu yang menjadi masalah kenapa Karhutla tidak kunjung terselesaikan

“Kita temukan di lapangan perusahaan menutup pintu air yang mengarah ke areal masyarakat secara permanen ketika musim kemarau seperti sekarang, sehingga dampaknya areal konsesi tetap basah sementara areal permukiman dan wilayah kelola masyarakat kering, sehingga mudah terbakar. Sebaliknya jika musim penghujan pintu-pintu air di perusahaan dibuka sehingga areal masyarakat kebanjiran. Solusi ini yang harus kongkrit diselesaikan oleh pemerintah agar Karhutla tidak lagi terjadi, bukan hanya dengan menjadikan masyarakat sebagai pemadam kebakaran ketika terjadi Karhutla namun lebih dari itu harus dengan solusi jangka panjang,” ungkapnya Isnadi.

“Perubahan alam yang terjadi di ekosistem gambut yang disebabkan oleh kanalisasi dan penebangan hutan alam oleh perusahaan itu berdampak pada mata pencarian masyarakat, termasuk peladang. Ketika gambut masih dalam bentuk alaminya yang basah, maka ketika ada sumber api tidak akan terjadi Karhutla. Namun jika kondisinya seperti saat ini, hanya dengan ketidak sengajaan seperti puntung rokok saja maka sudah memicu Karhutla yang sangat luas,” ujarnya. (bpc3)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman
Berita Pilihan

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman

...

Read moreDetails
Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Next Post

Jarak Pandang di Inhu dan Pelalawan Hanya 500 Meter

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.