Ismet Inono Tentang PMK: Kebiasaan Lama Jangan Dipakai

Kamis, 25 Februari 2016 17:19

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Wilayah Riau, Ismet Inono menegaskan kepada perbankan plast merah, agar kebiasaan bergantung kepada sumber anggaran pemerintah tidak lagi menjadi sumber utama keuangan perbangkan. “Kebiasaan lama seperti itu jangan dipakai lagi,” katanya, kepada bertuahpos.com, Kamis (25/02/2016).

Dia menyebutkan, keluarnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 235 tahun 2015, bahwa Pemerintah Pusat melalui menteri keuangan akan mengkonversikan dana bagi hasil atau DBH dan Dana Alokasi Umum atau DAU, menjadi Surat Berharga Nasional (SBN). Tentunya kebijakan ini bisa dipastikan, membuat keuangan perbangkan plat merah daerah akan terpengaruh.

“Kalau perbankan konfensional, tidak masalah. Tapi kalau bank daerah sangat berpengaruh sekali. Karena mereka ketergantungan sumber dana itu dari pemerintah,” sambungnya.

Disinilah masalahnya, kalau seandainya DBH-nya rendah dan tidak digelontorkan ke daeah, perbankan akan kesulitan menutupi sumber dananya. Oleh sebab itu, dia menyarankan agar bank daerah harus melihat kembali strategi likuiditasnya. “Jangan sampai kebiasaan lama itu mereka lakukan lagi,” kata Ismet.

Baca: Akhir Pekan, Hotspot di Riau Masih Ada

Kebijakan tersebut, menurutnya adalah salah satu langkah baik bagi perbankan daerah untuk bisa bersaing dengan bank konfensional. Dengan kata lain. Strategi promosi yang harus dilakukan bank daerah harus lebih gencar.

“Makanya jangan hanya mengandalkan sumber anggaran itu dari pemerintah daerah saja. Sekrang mereka harus ubah basis itu untuk menggaet nasabah. Mereka harus meningkatkan kualitas SDM untuk menganalisisnya. Tapi kalau masih gitu-gitu juga, mereka harus hati-hati,” tambahnya.

Untuk saat ini, tergantung bagaimana perbankan daerah itu melakukan strategi khusus untuk menggarap nasabah dari masyarakat. Jika tidak ada terobosan yang memungkinkan untuk melakukan perbanikan keuangan perbankan, tentunya akan memakan waktu yang sangat lama .

“Tapi kalau dari sekrang mereka sudah belajar dan bergerak untuk menggara potensi itu, dari sekarang mereka sudah merubah strategi pemasarannya. Maka memungkinkan segalai untuk menggarap sektor itu bisa dilakukan. Salah satunya bisa di garap disektor duania usaha dan industri. Kami yakin menggarap peluang seperti itu, juga akan membuat perbankan daerah cepat bangkit,” sambungnya.

Penulis: Melba