BERTUAHPOS.COM, AGAM – Bupati Agam Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah memberikan apresiasi kepada Tim Peduli Kemanusiaan Ikatan Alumni SMA Negeri 1 (IASMA) Bukittinggi yang telah bekerja keras menebar daging hewan kurban hingga daerah-daerah terpencil di Kabupaten Agam, Propinsi Sumatera Barat.
Bupati yang juga alumni SMA Negeri 1 Bukittinggi angkatan 79, menyebut masih ada sebagian masyarakat di Kabupaten Agam yang tidak menikmati daging kurban pada hari raya Idul Adha atau hari raya qurban.
“Melambatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat sekarang ini menjadi salah satu faktor semakin rendahnya konsumsi masyarakat,terutama masyarakat di kalangan menengah ke bawah. Belum lagi mahalnya harga daging sapi di pasaran, maka dari itu dengan adanya pemotongan hewan saat hari raya Idul Adha ini, paling tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka,†jelas Indra Catri.
Pemotongan hewan qurban di Kabupaten Agam, pada hari raya Idul Adha 1436 Hijriah ini hanya mencapai 4.536 ekor yang tersebar di 16 kecamatan se-Kabupaten Agam, jauh menurun dibandingkan jumlah pemotongan hewan pada tahun 2014 lalu yang mencapai 5.257 ekor.
“Adanya bantuan 25 ekor sapi dari IASMA 1 Bukittinggi ini, paling tidak masyarakat yang tinggal di pelosok dan tidak ada peserta kurban disana, merasakan kebahagiaan yang sama dengan masyarakat lain, dimana dapat menikmati daging sapi sekali setahun,†harap orang nomor satu di Agam itu.
Sementara itu Ketua pelaksana aksi tebar hewan kurban tim peduli kemanusiaan ikatan alumni SMA 1 Bukittinggi dari angkatan 93 Agusrizal memaparkan, kegiatan tebar hewan kurban ke daerah terpencil ini adalah untuk yang ke tujuh kalinya, dengan donator seluruh alumni yang dengan sukarela menyisihkan pendapatan mereka bagi mereka yang membutuhkan.
“Daerah sasaran distribusi sebanyak 21 titik di Kabupaten Agam yang sama sekali tidak melaksanakan pemotongan hewan kurban, meliputi Palembayan, Maninjau, Lubuk Basung dan Palupuah, mengingat daerah itu akses nya cukup jauh ke pusat kota, serta dari survey yang telah dilakukan sebelumnya memang masyarakat di daerah itu hidup dalam keterbatasan ekonomi,†terangnya.
Menurut Agusrizal, mekanisme penentuan titik lokasi pembagian ini dilakukan dengan tujuan agar pendistribusian hewan kurban itu tepat sasaran, sehingga makna tebar hewan kurban benar-benar dirasakan seluruh masyarakat Kabupaten Agam dan sekitarnya, yang memang sangat membutuhkan. (khatik)









