• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Hilangnya Pelajaran PMP Dinilai Jadi Penyebab “Bobroknya” Moral Murid Saat Ini

Tim Redaksi by Tim Redaksi
29 Maret 2019
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Banyaknya kasus diskrminatif terhadap guru akhir-akhir ini salah satunya dinilai akibat kurangnya pelajaran ataupun pendidikan dasar yang langsung berhubungan dengan moral.

Hal tersebut disampaikan Faisal Muharrami Saragih salah seorang Anggota DPR RI Komisi III, di Pekanbaru, Jumat 29 Maret 2019.

Kepada bertuahpos.com, Faisal mengatakan saat ini banyak masyarakat yang meminta pelajaran Pendidikan Moral Pancasila dikembalikan.

Baca: Temui Kemendikbud dan KemenPAN-RB, Pemko Dinilai Harusnya Berikan TPP ke Guru Sertifikasi

“Banyak masyarakat yang meminta moral menjadi pendidikan dasar. Salah satunya meminta kembali ke PMP, karena dampaknya untuk perubahan moral anak bangsa betul betul berperan,” jelasnya.

Lanjut politikus Partai Gerindra tersebut, dirinya turut menuding Kementerian Pendidikan RI menjadi penyebab berkurangnya pelajaran moral dibandingkan sains.

“Kementerian Pendidikan seharusnya bisa melakukan survei ke masyarakat. Sehingga didapat pendidikan seperti apa yang diinginkan masyarakat,” imbuhnya.

Meski menilai pelajaran moral yang kurang mendapat jam lebih di sekolah, Faisal menuturkan setiap siswa yang melakukan tindakan deskriminatif terhadap guru harus segera diberi sanksi.

“Harus diberi sanksi yang tegas,” pungkasnya.

Seperti yang diketahui, akhir-akhir ini banyak ditemukan kasus diskriminatif terhadap guru yang dilakukan seorang siswa. Seperti yang baru terjadi di Provinsi Riau, dimana diketahui seorang siswa menganiaya gurunya sendiri. (bpc9)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%
Berita Pilihan

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

...

Read moreDetails
35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

Riau Kejar Sisa Target Investasi Rp24,59 Triliun

Riau Kejar Sisa Target Investasi Rp24,59 Triliun

Data Kondisi Jalan Riau 2026 Masih Tunggu Verifikasi Kementerian PUPR

Data Kondisi Jalan Riau 2026 Masih Tunggu Verifikasi Kementerian PUPR

Data Realisasi Investasi Riau hingga September 2026, Cek Selengkapnya

Data Realisasi Investasi Riau hingga September 2026, Cek Selengkapnya

New Honda Genio Perkuat Fitur Fungsional dan Efisiensi Harian

New Honda Genio Perkuat Fitur Fungsional dan Efisiensi Harian

Next Post

Diwarnai 2 Kartu Merah, Persebaya Melangkah ke Semifinal Piala Presiden 2019

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.