Harus Teliti Memilih Penyalur Jasa Pembantu

Rabu, 20 Agustus 2014 17:41
BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU– Peristiwa penculikan yang diwarnai pembunuhan terhadap bayi Jannete menjadi kenangan memilukan bagi warga Kota Pekanbaru.
 
Agar kejadian serupa tak terulang, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pekanbaru menghimbau masyarakat meneliti perusahaan penyalur jasa pembantu. Hal tersebut disampaikan Kepala Disnaker, Jonny Sarikoen kepada bertuahpos.com.
 
“Kita menghimbau kepada masyarakat agar betul-betul meneliti penyalur jasa pembantu, apakah legal atau tidak, sebelum memakai jasanya” ujarnya Rabu (20/08/2014).
 
Mengenai pengawasan terhadap perusahaan, Jonny menyebutkan pihaknya telah melakukannya. “Sudah, kitakan juga ada tempat pengaduan,” sebutnya.
 
Jonny sendiri mengaku terkejut dengan pemberitaan yang menyita perhatian masyarakat. Dirinya turut mengatakan agar seluruh perusahaan yang membuka dan menerima tenaga kerja agar melapor ke Disnaker kota.
 
“Seharusnya perusahaan juga melaporkan lowongan yang tersedia tenaga kerjanya ke kita. Karena kita tidak mungkin memantau orang satu persatukan,” tuturnya.
 
Dari keterangan pers, Kapolresta Pekanbaru, Robert Haryanto, ternyata Dona menunggu sang majikan lengah untuk menculik bayi Jannete. Lalu pembantu yang baru sehari bekerja di Yayasan  EMB tersebut keluar dari rumah dengan berjalan kaki sambil  membawa  korban, yang berumur 1 tahun  2 bulan.
 
Rupanya pelaku juga baru satu hari di Yayasan EMB, yang diantar oleh Rizal dan Andik. “Jadi sebenarnya kasus ini bermula dari penculikan. Dan terakhir baru pembunuhan,” ungkapnya. Polisi Bentuk Tiga Tim Selain menerima laporan, rekaman CCTV dan Penggeledahan Yayasan EMB.
 
Lalu mayat bayi Jannete, yang hilang tersebut baru ditemukan pada hari Minggu sekitar jam 09.00 WIB.
 
Bayi tersebut telah ditemukan tidak bernyawa dengan luka-luka  di bagian tubuhnya. Jasadnya diletakkan di bawah terpal bekas, tepatnya di lokasi lapangan bulu tangkis Angkasa dekat rumah korban.

Pasca penemuan bayi tersebut, tim identifikasi Polresta Pekanbaru, juga langsung melakukan otopsi. Dan pada, Senin 18 Agustus petang, akhirnya pelarian Dona berakhir. Pembunuh bayi berusia 1,2 tahun itu diamankan polisi setelah  hampir 1 bulan lamanya menjadi buronan. Ternyata selama dalam pencarian polisi, tersangka sempat bekerja sebagai pegawai toko pakaian yang berjarak beberapa ratus meter dari Mapolresta Pekanbaru. (riki)

 

 

Baca: Maju Pilkada, Syamsuar Klaim Telah Peroleh 9 Kursi