Harga Pangan di Tembilahan Melejit, Ida: Kami Semakin Menderita

Senin, 15 Februari 2016 17:17

BERTUAHPOS.COM (BPC), INHIL-  Masyarakat terutama ibu rumah tangga (IRT) mengeluhkan harga pangan yang terus naik di pasaran. Terutama untuk harga cabe yang sudah melonjak dari Rp 30 ribu menjadi Rp 50 ribu.

Seperti yang disampaikan Siti, seorang ibu rumah tangga yang sedang berbelanja di Pasar Tembilahan. Dirinya mengatakan kepada bertuahpos harga yang naik sudah sangat tinggi. “Naiknya lumayan banyak biasa cabe, Rp 30 ribu sekarang menjadi Rp 50 ribu satu kilogramnya. Bukan hanya cabe hampir semuanya naik,” katanya Senin (15/02/2016).

Siti menuturkan biasanya untuk berbelanja ke pasar cukup membawa Rp 50 ribu. “Uang Rp 50 ribu sudah bisa beli sayur sama lauk  yang lain. Sekarang malah tidak cukup belanja bawa uang segitu,” tambahnya.

Hal yang sama juga disampaikan Ida, seorang pembeli. “Saya maunya harga barang-barang kembali seperti biasa, kalau naik gini kami jadi susah mengatur pengeluaran. Ini jadi penderitaan semua ibu-ibu rumah tangga.” jelas ida.

Baca: Polsehat, Cara Polresta Pekanbaru Jaga Keamanan Saat Ramadan

Dirinya berharap pemerintah bisa mengatur harga-harga supaya tidak terus naik. “Kasihan masyarakat yang kurang manpu seperti kami ini, tambah menderita dengan kenaikan harga ini,” tambahnya

Aman, seorang pedagang mengakui ada kenaikan harga sembako. “Iya ibu-ibu mengeluh kenapa harga pangan sekarang naik. Jadi saya bilang saja mungkin karena musibah banjir itu,” sebutnya.

Aman juga mengeluhkan akibat kenaikan harga, kini dagangannya sulit untuk laku semua. “Saya jualan sehari habis 50 kilo sekarang cuma bisa 30-35 kilo saja. Saya tidak bisa apa dari sananya sudah naik,” katanya.

Aman menyebut kebijakan untuk menaikan harga bukan berasal dari pemerinath. Tetapi disebabkan harga yang dinaikkan para agen sembako. “Kami naikkan juga harga jualnya di pasar. Kalau kami menjualnya dengan harga lama ya bisa rugi,” jelasnya.

Kenaikan harga pangan di Pasar Tembilahan, ini mengharuskan ibu-ibu rumah tangga untuk menambah pengeluaran di era perekonomian yang semakin sulit ini. Apalagi dengan kebutuhan yang semakin tinggi diharapkan pemerintah biasa mengambil kebijakan dengan mengedepankan masyarakat yang kurang mampu.(fitri)