• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Disnaker Tegaskan Perusahaan Tak Boleh Larang Karyawannya Berjilbab

Tim Redaksi by Tim Redaksi
5 Februari 2015
Share on FacebookShare on Twitter
BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pekanbaru, Ilyas Husti sempat geram dengan adanya aduan tentang larangan berjilbab dan menunaikan ibadah shalat. Padahal Kota Pekanbaru yang notabene bumi melayu tidak dibenarkan adanya diskriminasi apalagi soal menjalankan syariat agama.
 
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas tenaga kerja (Disnaker) Pekanbaru, Jhonny Sarikoen menegaskan kebijakan hotel tersebut tidak benar. “Gak boleh, yang jelas tidak boleh ada yang melarang itu (jilbab). Tidak benar membedakan karena perbedaan agama, ras, maupun suku,” ujarnya Kamis (05/02/2015).
 
Saat ditanya apakah sudah masuk aduan tersebut kepihaknya, Jhonny mengaku belum. “Kalau yang melarang jilbab belum ada. Tetapi yang katanya melarang shalat, kita sudah datang ke hotel tersebut, ternyata bukan melarang. Tetapi pihak manajemen telah sediakan jam istirahat sejak pukul 13.00 WIB.  Tetapi waktu itu tidak dimanfaatkan karyawannya untuk shalat, pas jam kerja baru dia menunaikan ibadahnya,” katanya.
 
Sedangkan untuk hotel yang melarang memakai jilbab itu akan ditindaklanjuti. “Kita akan tindak lanjuti laporan tersebut, dan kita buka tempat aduan, jadi bisa digunakan apabila ada suatu yang yang merugikan karyawan dari perusahaan,” katanya. 
 
Sebelumnya MUI Pekanbaru, Ilyas Husti meminta agar pihak Pemerintah Kota Pekanbaru melakukan penindakan kepada perusahaan yang jelas jelas tidak menghormati orang lain. Sebab sudah ada aduan yang masuk ke pihaknya, ada hotel yang menerima seorang mahasiswi magang apabila mau melepas jilbabnya. (riki)
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya
Lifestyle

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya

...

Read moreDetails
3 Rekomendasi Tablet untuk Menggambar bagi Seniman Digital

3 Rekomendasi Tablet Terbaik untuk Menggambar bagi Seniman Digital

5 Pilihan Lipstik Lokal Tahan Lama dan Tidak Bikin Kering

5 Pilihan Lipstik Lokal Tahan Lama dan Tidak Bikin Kering

Awal Bros Group Dorong Kesadaran Publik Lewat Seminar Epilepsi

Awal Bros Group Dorong Kesadaran Publik Lewat Seminar Epilepsi

4 Pilihan Sepatu Nike yang Nyaman Dipakai untuk Sehari-hari

4 Pilihan Sepatu Nike yang Nyaman Dipakai untuk Sehari-hari

WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

Next Post

Industri Pengolahan Punya Andil Besar pada Perekonomian Riau 2014

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.