Diserbu Pencaker, Disnaker Pekanbaru Tak Risau

Senin, 11 Agustus 2014 16:46
BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU- Seiring usainya fase lebaran dan mudik, muncul fenomena baru yakni urbanisasi dari kampung-kampung. Bahkan disebut-sebut Pekanbaru dibanjiri 5000 pendatang baru yang tergiur untuk mengadu nasibnya di Kota Bertuah.

Banyak kalangan menilai, angka pendatang yang tinggi nantinya bakalan menambah angka pencari kerja yang berimbas meningkatnya jumlah pengangguran. Namun anggapan tersebut langsung dibantah Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pekanbaru, Jhonny Sarikoen saat berbincang kepada bertuahpos.com.

“Cara pandangnya tidak seperti itu, tidak selalu pendatang malah menambah angka pengangguran,” ujarnya, Senin (11/08/2014). Dirinya menyebutkan ada perbedaan mendasar antara pengangguran dan pencari kerja. Dirinya menilai tidak selalu pendatang diidentikkan dengan pengangguran.

“Tentu ada yang punya kualifikasi untuk bekerja, sehingga tidak menjadi beban ekonomi saat berada di Pekanbaru. Makanya kita tetap menghimbau sebagai pendatang yang ingin mendapatkan pekerjaan yang layak mestilah dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan, supaya tidak menjadi pengangguran,” sebutnya.

Baca: Jumat, Ribuan Guru Sertifikasi Pekanbaru Kembali Gelar Aksi Unjuk Rasa

Mengenai ketersediaan lapangan kerja untuk para pencari kerja, Jhonny menyebutkan peluang kerja di Pekanbaru cukup besar. “Di Pekanbaru jumlah perusahaan ada sekitar 1.700an, jadi cukup besar peluang mendapatkan pekerjaan,” rincinya.

 
Namun, ada hal-hal yang membuat lapangan pekerjaan itu tidak terisi secara keseluruhan. Seperti kualifikasi pencaker tidak memadai, tidak sesuai dan lain sebagainya.

Untuk memperkecil angka pengangguran tersebut, pihaknya sudah memiliki program-program, seperti pembinaan dan pembekalan agar pencaker dapat menemukan pekerjaan atau pun membuka usaha sendiri dari pelatihan yang didapat. (riki)