BERTUAHPOS.COM(BPC), PEKANBARU– Ajang 10th Riau Hitam Putih International 2016 yang ditaja Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi Riau bekerjasama dengan Malay Music Institute berjalan dengan khidmat di hari pertama, Jumat (25/11). Meskipun sempat diguyur hujan, tidak mematahkan semangat peserta maupun pengunjung yang datang ke Bandar Serai untuk menyaksikan helat bergengsi tersebut.
Sebagai pembuka acara, ditayangkan video perjalanan Riau Hitam Putih yang telah memasuki usia ke 10 tahun. Sejak dilaksakan pada 2002 dan sempat vakum pada tahun 2010-2013, Riau Hitam Putih menjadi salah satu ajang bergengsi yang dimiliki oleh Riau, karena kerab menyuguhkan penampilan-penampilan musik berkelas dari musisi-musisi terbaik dunia.
“Terima kasih yang tidak terhingga kami sampaikan kepada Parekraf provinsi Riau yang tidak pernah jenuh untuk bekerjasama dengan Malay Music Institute,†ungkap Hari Sandra Hasan selaku Director Malay Music Institute ketika menyampaikan sambutannya.
Di sisi lain, pihak Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif (Parekraf) provinsi Riau yang disampaikan oleh Bambang Rusdianto mewakili Kepala Dinas, mengungkapkan bahwasannya Riau Hitam Putih International adalah ajang bergengsi yang berpotensi untuk mengembangkan pariwisata di Riau.
“Riau Hitam Putih International akan menjadi ajang memasarkan kesenian kita lebih mendunia,†ungkap Bambang sembari membuka acara.
Tampil di hari pertama tersebut, enam kelompok yang dibuka oleh Citra Sebati yang menampilkan kesenian Bardah dan Madihin yang diinovasikan dengan musik-musik kekinian. Dilanjutkan oleh Lesung Ethnic, Kalila Project, Kemlaka, Yopi n’friend dan Lost Trio. Sementara malam ini, Sabtu (26/11) 10th Riau Hitam Putih International akan menampilkan MEP dan Pelukis, Project Berdua, Suhu, YK Samarinda, Punca Sebunyi, BMC dan Geliga.**









