Demi Padamkan Api, Kades Ketam Putih Rela Keluarkan Uang Pribadi Jutaan Rupiah

Selasa, 05 April 2016 17:26

BERTUAHPOS.COM, BENGKALIS – Kebakaran lahan perkebunan di Jalan utama  desa Ketam Putih kecamatan Bengkalis, membuat masyarakat Ketam Putih berusaha keras untuk memadamkan api, karena telah menghanguskan 20 hektar lahan karet dan kelapa,

Kebakaran ini  juga memberikan dampak yang sangat buruk terhadap masyarakat, seperti  pencemaran lingkungan dan polusi udara.

 Puluhan warga desa  dan tim pemadam kebakaran desa  Ketam Putih turut serta dan ikut bersusah payah memadamkan api.

Kebakaran yang sudah berlangsung dua hari ini juga membuat kepala desa Ketam Putih,  Muhammad Yusuf  harus mengeluarkan uang pribadi untk menanggung semua biaya  selama proses pemadaman kebakaran, karena tidak ada dana yang dikhususkan untuk memadamkan api dari desa.

Baca: UMKM di Pekanbaru Dominasi Konsumsi LPG 3 Kg

M. Nor  kepala Dusun Desa simpang  tiga Ketam Putih mengatakan kepada kru bertuahpos,selasa (05/04/16) bahwa, dalam proses pemadaman api  kami membutuhkan uang untuk membeli minyak  guna menghidupkan mesin air, dan menanggung makan dan minum  masyarakat yang terlah berkerja keras untuk memadamkan api.

Proses pemadaman ini  sudah berlangsung dua hari. Namun api ini belum juga bisa dipadamkan, meskipun tidak separah pada hari senin kemarin. Masyarakat yang ikut memadamkan api juga  harus tetap berjaga untuk mengawasi api agar tidak terjadi kebakaran lagi.

Api ini sangat cepat melahap semua lahan yang ada, dan sangat sulit untuk dipadamkan karena kurangnya alat untuk memadam api.  Warga juga menggunakan peralatan seadanya untuk memadamkan api, seperti ember.

“Hingga kini apinya masih belum bisa dipadamkan, karena untuk membuat ia benar-benar padam warga harus menggali tanah tersebut menggunakan cangkul lalu disiram dengan air. Baru apinya bisa padam,” ujar M.Nor.

Sudah 20 hektar lahan yang terbakar tetapi tidak terlihat tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bengkalis turun kelapangan untuk memadamkan  Api.Penyebab kebakaran ini belum diketahui, namun dari pihak desa juga akan terus mencari tahu  apa penyebabnya, karena tidak sedikit kerugian yang dialami  akibat kebakaran.

Penulis: Sifa