• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Darurat Karhutla, Penggiat Lingkungan di Riau Desak Gubernur Segera Bentuk Fasilitas Publik

Tim Redaksi by Tim Redaksi
10 Maret 2019
Share on FacebookShare on Twitter
BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Di tengah Riau kembali dilanda polusi asap dari pembakaran hutan dan lahan, Para penggiat lingkungan mendesak Gubernur Riau, Syamsuar agar sesegera mungkin membentuk fasilitas publik.
 
Desakan ini muncul dari jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari), selain Gubernur Riau, desakan tersebut juga dilayangkan kepada Menteri Kesehatan bagaimana sesegera mungkin bisa merealisasikan pokok-pokok kesepakatan perdamaian Riau untuk memperkuat fasilitas pelayanan korban kebakaran hutan dan lahan.
 
Fasilitas tersebut berupa,pertama, unit pelayanan paru di rumah sakit Pusat Rujukan Provinsi dan Rumah Sakit kabupaten/kota, kedua melakukan pengamatan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) untuk menetukan tindakan yang diperlukan, bila ISPU melebihi 400.
 
Ketiga, menyiapkan petunjuk teknis evakuasi dan bekerjasama dengan lembaga lain untuk memastikan evakuasi berjalan lancar. Keempat, membuat tempat evakuasi jika ISPU melebihi 400 bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan menyediakan Posko Darurat di pelabuhan laut, bandara udara, dan penyediaan rumah-rumah oksigen.
 
Gubernur Riau selain mengembangkan sistem informasi kebakaran hutan, lahan dan perkebunan di Riau, juga membebaskan biaya pengobatan bagi warga masyarakat yang terkena dampat kabut asap.
 
“Gubernur Riau jangan menunggu ISPU di atas 400, hari ini segera instruksikan jajarannya merealisasikan fasilitas untuk rakyat Riau di tengah sebulan ini Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Bengkalis terpapar polusi asap,” kata Koordinator Jikalahari, Made Ali.
 
Kondisi udara Kota Pekanbaru terpantau secara umum ISPU berada di level baik. Data dari BMKG menunjukkan ISPU berada di level baik untuk Dumai dan Pekanbaru areal Bandara SSQ, Tenayan Raya dan Tampan. ISPU menunjukkan level sedang di Petapahan, Bangko Rohil, Libo, Minas dan Bengkalis Camp Duri.
 
Kondisi udara di level Tidak Sehat ditunjukkan ISPU yang berada di Rumbai dan Bengkalis Duri Field. “Asap mulai melanda warga, dari atas langit dengan menggunakan drone terlihat jelas asap mengepung kota Pekanbaru,” kata Made Ali. 
 
Hotspot seminggu terakhir menunjukkan peningkatan dengan total 139 hotspot, dengan confidence > 70% ada 63 titik yang berpotensi menjadi titik api. Data BPBD Riau menyebut total lahan terbakar seluas 1.485 ha yang tersebar di Bengkalis 931,5 ha, Rohil 233 ha, Dumai 97 ha, Siak 68,25 ha, Kepulauan Meranti 63,4 ha, Inhil 38 Ha, Pekanbaru 21,76 ha, Kampar 19 Ha, Pelalawan 12,5 ha dan Inhu 1,5 ha.
 
Sejak 2016, Gubernur Riau belum merealisasikan kesepakatan perdamaian hasil mediasi gugatan citizen lawsuit (cls) yang dilayangkan oleh Al Azhar, Riko Kurniawan, Heri Budiman dan Woro Supartinah di PN Pekanbaru. 
 
Mereka menggugat Presiden, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri  Pertanian, Menteri Kesehatan dan Gubernur Riau dengan nomor perkara 54/Pdt.G/2016/PN.PBR tanggal 10 Maret 2015 karena membiarkan polusi asap pembakaran hutan dan lahan yang terjadi pada 2016, hingga mengakibatkan 5 warga Riau meninggal terpapar polusi asap dan sekitar 97 ribu lebih warga Riau terkena penyakit ISPA.
 
“Pemerintah jangan hanya fokus memadamkan api, juga perlu segera menyelamatkan warga yang terpapar polusi asap. Jangan sampai peristiwa 2015 terulang kembali, setelah jarang pandang di depan mata, baru pemerintah sibuk mengurusi pelayanan untuk publik,” kata Made Ali. (bpc3)
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI
Finance

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

...

Read moreDetails
Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

Riau Kejar Sisa Target Investasi Rp24,59 Triliun

Riau Kejar Sisa Target Investasi Rp24,59 Triliun

Data Kondisi Jalan Riau 2026 Masih Tunggu Verifikasi Kementerian PUPR

Data Kondisi Jalan Riau 2026 Masih Tunggu Verifikasi Kementerian PUPR

Next Post

Yuk, Intip WPAP Probowo Subianto

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.