• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Berikut Daerah yang Ditemukan Pelanggaran Komitmen SMFP oleh APRIL

Tim Redaksi by Tim Redaksi
30 Januari 2015
Share on FacebookShare on Twitter
BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Dalam rangka memperingati ulang tahun komitmen Sustaineble Management Forest Policy (SMFP) yang digelar oleh Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR), mereka merilis, sepanjang tahun 2014 ada bebera wilayah yang terbukti bermasalah dengan RAPP. Kasus ini kembali membuktikan bahwa APRIL tidak serius menjalankan komitmen tersebut.
 
Berikut Daerah-daerah yang ditemukan aktifitas pelanggaran terhadap komitmen SMFP oleh RAPP-APRIL
 
1. KEPULAUAN MERANTI
 
Berdasarkan temuan GMGR Pada akhir bulan Febuari 2014 PT.RAPP yang merupakan grup APRIL, melakukan penebangan hutan alam, penggalian kanal, penyerobotan lahan kelola masyarakat dan melakukan land clearing di areal gambut dalam di wilayah Desa Bagan Melibur. 
 
Padahal Desa Bagan Melibur sudah dikeluarkan dari areal konsesi PT. RAPP sesuai dengan SK. 180/Menhut-II/2013 atas Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu-Hutan Tanaman Industri PT. RAPP.
 
“Hal ini jelas bertolak belakang dengan komitmen APRIL dalam melakukan moratorium pada kawasan gambut yang berupa penggalian kanal dan kegiatan-kegiatan infrastrukturnya,” ujar Sekjen JMGR Isnadi Esman.
 
Meski Tim Terpadu telah dibentuk untuk menyelesaikan kasus tersebut, PT RAPP tetap melanjutkan menebang hutan alam dan menggali gambut untuk kanal dengan pengawalan Brimob pada Sabut 17 Mei 2014, berujung pada warga dipukul oleh Brimob karena meminta PT RAPP menghentikan operasionalnya.
 
Aris Fadila (45 tahun), seorang warga Kelurahan Teluk Belitung-Pulau Padang  yang ikut berunjuk rasa dipukul bagian telinga kanannya oleh Brimob. Atas aksi tersebut, tim terpadu Pada 22 Mei 2014 turun ke lapangan bersama Pemkab Kepulauan Meranti diwakili Dinas Kehutanan, Tata Pemerintahan (Tapem), BPN Kepulauan Meranti, Camat Merbau, perwakilan Desa Mayang Sari, perwakilan Desa Lukit dan Pihak PT RAPP.
 
“PT RAPP bersikukuh hutan alam yang mereka tebang bagian dari konsesinya. Demikian juga yang terjadi di Kelurahan Teluk Belitung yang akhir-akhir ini mencuat persoalan konflik batas konsesi dengan PT. RAPP,” tambahnya.
 
2. KABUPATEN PELALAWAN
 
Menyangkut komitmen dalam tanggung jawab sosial dimasyarakat, APRIL dinilai belum mampu menerapkan kebijakanya terhadap perusahaan di bawahnya seperti PT. RAPP di Kabupaten Pelalawan. Persoalan tanaman kehidupan untuk masyarakat di Desa Pulau Muda, Teluk Meranti, Teluk Binjai dan Desa Petodaan hingga kini tidak kunjung terselesaikan padahal PT. RAPP sudah panen akasia, sementara kewajiban sosialnya terhadap masyarakat tetap terabaikan.
 
Komitmen APRIL tentang penghentian penggunaan bahan baku kayu alam yang baru akan mereka hentikan pada tahun 2019 juga menjadi fakta bahwa tidak ada keseriusan dalam komitmen kebijakan mereka, karena jika melihat kondisi hutan alam di Riau saat ini tersisa sangat sedikit, yang tinggal hanya dikawasan lindung dan hutan alam yang sebagian sudah dibebani izin sehingga jika APRIL baru akan menghentikan penebangan hutan alam pada 2019 maka saat itu hutan di Riau sudah habis. 
 
3. KABUPATEN SIAK
 
Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Siak di mana desa-desa yang berada disekitar konsesi atau bahkan didalam konsesi tidak menerima kontribusi yang berarti seperti yang dialami Desa Muara Bungkal, Desa Penyengat dan Lubuk Jering, bahkan tindakan PT RAPP dengan menebangi pohon-pohon Sialang di Desa Lubuk Jering Kecamatan Sungai Mandau berakibat hilangnya sumber kehidupan masyarakat berupa madu lebah sialang. 
 
“Inipelanggaran hak hidup masyarakat dan suatu tindakan pengingkaran atas komitmen kebijakanya sendiri,” lanjut Isnadi.
 
Berangkat dari fakta-fakta lapangan ini JMGR menegaskan bahwa komitmen tentang pengelolaan hutan secara berkelanjutan (Sustainable) yang diusung dalam komitmen APRIL tidaklah berorientasi kepada keberlanjutanya (Sustainable) kehidupan masyarakat, namun lebih mementingkan peningkatan kapasitas perusahaanya. 
 
Hal ini terbukti dengan PT. RAPP yang memiliki lahan konsesi 338.536 ha, di mana 53% atau 179.000 ha di antaranya berada di lahan gambut, dengan kapasitas produksi kertas 820.000 ton dan produksi pulp 2,8 juta ton/tahun ini, pada tahun 2015 menargetkan, untuk meningkatkan jumlah negara tujuan ekspor dari 75 negara menjadi 85 negara tujuan ekspor, termasuk pasar ekspor Uni Eropa, sementara persoalan kerusakan hutan gambut dan sosial berupa konflik dan sengketa yang masih terus terjadi tidak menjadi konsen utama untuk diselesaikan sebagai mana yang tertuang didalam komitmennya.
 
Terkait komitmen SFMP APRIL ini, perlu evaluasi grup APRIL untuk menerapkan SFMP yang melibatkan para pemangku kepentingan dan menghargai hak – hak masyarakat. Dan Pemerintah harus mengambil peran penting dalam memonitoring dan menjamin terlaksanaya kebijakan ini karena perizinan atas HTI yang diberikan kepada Korporasi. 
 
Pemerintah tidak hanya sebatas mengeluarkan izin kemudian menganggap selesai tidak ada masalah yang muncul, walaupun komitmen APRIL hanya bersifat volunteri atau suka rela namun ini menyangkut hak hidup masyarakat sebagai warga negara. Selain dari pada itu pemerintah juga harus fokus dalam meninjau perizinan (Hutan Tanaman Industri) HTI terutama yang berada di wilayah gambut.(melba/rls)

 

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Putusan Komisi Informasi Provinsi Riau Kontradiktif, Warga Lanjut Gugat ke PTUN

...

Read moreDetails
Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Next Post

Menteri Pendidikan China Menuntut Penolakan Terhadap Nilai Barat

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.