• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Belasan Kapal Nelayan di Agam Rusak Dihantam Gelombang, Kerugian Capai Rp1,7 M

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
31 Januari 2020
Share on FacebookShare on Twitter

Nelayan Tiku, Kecamatan Tanjungmutiara, Kabupaten Agam sedang berada di puing kapal jaring mereka – Foto Antara, Yusrizal


BERTUAHPOS.COM, SUMBAR – Setidaknya ada 15 kapal nelayan di Tiku, Tanjungmutiara, Kabupaten Agam, Sumbar rusak akibat dihantam gelombang saat angin kencang melanda daerah itu pada awal pekan lalu.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Ermanto di Lubukbasung, Jumat, mengatakan 15 kapal itu dengan jenis bagan satu unit dan jariang insang 14 unit.

Kapal itu dengan kondisi rusak berat tujuh unit dan rusak sedang delapan unit. “Kapal yang rusak berat itu dengan kondisi hancur dan tidak bisa digunakan,” katanya, seperti dikutip dari Antara.

Dia mengatakan kapal itu rusak akibat dihantam gelombang saat bersandar di tepi pantai Tiku, setelah selesai melakukan aktivitas menangkap ikan. Dengan kejadian itu, nelayan mengalami kerugian sekitar Rp1,7 miliar.

“Satu kapal dengan alat tangkap bangan dengan kerugian Rp800 juta dan jaring Rp50 juta. Ini berdasarkan pendataan yang kita lakukan ke lokasi,” katanya.

Ermanto mengimbau nelayan agar menyandarkan kapal di sekitar pulau dan di daerah lebih aman agar tidak dihantam gelombang apabila angin kencang melanda daerah itu mengingat pelabuhan di daerah itu tidak ada, sehingga rawan dihantam gelombang.

“Kita juga mengimbau nelayan agar berhati-hati saat melaut dan apabila ada gelombang segera berlindung ke pulau,” katanya.

Saat ini jumlah alat tangkap jariang di Kecamatan Tanjungmutiara sebanyak 200 unit, bagan 19 unit dan tonda 42 unit. (bpc3)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya
Lifestyle

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya

...

Read moreDetails
3 Rekomendasi Tablet untuk Menggambar bagi Seniman Digital

3 Rekomendasi Tablet Terbaik untuk Menggambar bagi Seniman Digital

5 Pilihan Lipstik Lokal Tahan Lama dan Tidak Bikin Kering

5 Pilihan Lipstik Lokal Tahan Lama dan Tidak Bikin Kering

Awal Bros Group Dorong Kesadaran Publik Lewat Seminar Epilepsi

Awal Bros Group Dorong Kesadaran Publik Lewat Seminar Epilepsi

4 Pilihan Sepatu Nike yang Nyaman Dipakai untuk Sehari-hari

4 Pilihan Sepatu Nike yang Nyaman Dipakai untuk Sehari-hari

WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

Next Post

Bolehkah Berbicara Saat Berwudhu?

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.