Banjir Riau, Disperindag Provinsi Malah Sebut Cabe dan Ikan Kembung Harganya Naik

Rabu, 10 Februari 2016 15:58

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Soal kenaikan harga sejumlah sembako di pasaran akibat banjir yang menghatam wilayah jalur transportasi pendistribusian sembako dari provinsi tetangga, jutru informasi berbeda yang diterima oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Riau.

“Selama anggota saya turun ke pasar, Dari hasil pantauan langsung itu, bahkan kami peroleh ternyata, cabe dan ikan kembung mengalami kenaikan harga. Beras dan sayur harganya masih seperti biasa saja,” katanya kepada bertuahpos.com, Rabu (10/02/2016).

Dia menambahkan untuk bahan pasaran seperti cabe dan sayuran memang dipasok dari provinsi Sumatera Barat. Namun demikian tetap saja untuk harga bahan pokok lainnya di pasaran masih bertahan diharga semula. “Masih normal. Kan sore kemarin daerah pangkalan sudah bisa dilalui. Jalur transportasi di daerah itu sudah bisa dilewati kendaraan,” sambungnya.

Persoalan keterlambatan pasokan pendistribusian komuditi itu memang benar diakui oleh Firdaus. Namun demikian untuk sementara ini siasat yang bisa dilakukan, dia meminta pihak agen penyalur harus tetap melakukan pemantauan terhadap ketersediaan sembako di Riau

Baca: Asrizal: Saya yang Dituding Sebagai Biang Keroknya

Dari hasil pantauan Bertuahpos.com dibeberapa titik lokasi pasar, Selasa (09/02/2016) kemarin, meski terjadi kenaikan pada beberapa komuditi dipasaran, namun kenaikan itu memang tidak begitu signifikan. Tapi bukan disebabkan putusnya jalur lintas Pekanbaru-Sumbar akibat diterjang banjir.

Namun dari komuditi itu, beras dan sayur memang mengalami kenikan. Diantaranya seperti beras Anak Daro, Mudik dan Mundam, telah mengalami kenaikan beberapa hari yang lalu. Termasuk harga pulut hitam yang mengalami kenikan harga dari sebelumnya.

“Pasokan pulut hitam yang bagus adanya di Sumbar. Sedangkan jenis pulut putih banya didistribusikan dari luar Sumbar,” kata Yeti, salah seorang pedagang di Pasar Cik Puan.

Sementara itu untuk harga bahan pokok rumah tangga lainnya masih bertahan diharga biasa. Dengan kata lain hingga saat ini, musibah banjir yang menghantam sejumlah wilayah di Riau dan Sumbar, belum memberikan pengaruh berarti terhadap kontribusi kenaikan harga.

Sementara jenis kebutuhan pangan seperti sayur mengalami kenaikan dibanding harga semula. Firdaus menyebutkan, persoalan kebutuhan rumah tangga di Riau saat ini memang masih sangat bergantung kepada Provinsi Sumbari. (Melba)