• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Bahagia di Dunia, Mulia di Akhirat

Tim Redaksi by Tim Redaksi
5 September 2014
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, SIAPA yang tidak ingin hidup bahagia di dunia? Seluruh manusia tentu sangat mendambakannya. Tetapi, sebagai Muslim, tentu saja tidak sekedar berharap bahagia di dunia, tetapi juga mulia di akhirat. Inilah harapan terdalam dari sanubari setiap insan beriman.

Akan tetapi, di era yang umat Islam terhegemoni oleh peradaban materialisme, tidak sedikit dari kalangan umat Islam yang mengalami disorientasi, sehingga iman di dadanya tidak lebih dari sekedar penguatan ritual semata. Belum sampai pada penguatan iman yang sesungguhnya, yakni bagaimana sejatinya hidup di dunia ini yang sesuai dengan tuntunan-Nya.

Akibatnya jelas, perselisihan, pertengkaran dan permusuhan masih acapkali mewarnai kehidupan umat Islam sendiri. Bahkan tidak jarang terjadi di kalangan para pemimpin. Mungkin wajar dari sisi kemanusiaan, dimana manusia memang sering salah dan lupa. Tetapi sangat tidak relevan jika melihat secara mendalam bagaimana semestinya seorang Muslim hidup di dunia ini.

Jika memang sama-sama memiliki keinginan hidup bahagia di dunia dan mulia di akhirat, tidak mungkin seorang Muslim akan bertindak ceroboh atau gegabah dalam kehidupan sehari-harinya. Apalagi sampai melukai atau menjatuhkan orang lain dengan maksud-maksud yang tidak semestinya.

Apabila hal itu terjadi, maka bisa dipastikan bahwa dunia telah menjadi orientasi yang menjadikannya kehilangan kendali untuk mempersiapkan diri bagi kemuliaan hidupnya di akhirat. Dan, inilah sejatinya biang dari seorang Muslim tidak benar-benar mampu menampilkan imannya dalam konteks yang lebih nyata dalam pola pikir, tindak-tanduk ataupun perilakunya.

Boleh jadi masih mendirikan sholat, membaca kitab suci. Tetapi, orientasi yang mewarnai pemikiran dan rasa jiwanya tidak lebih dari sekedar urusan kesenangan dunia semata. Orang yang demikian, biasanya akan sangat mudah menjatuhkan vonis yang menyengsarakan bila ia pemimpin. Akan mudah memutus silaturrahim dan sangat gemar membicarakan kekurangan saudara seimannya.

Jika ini terjadi pada diri seorang Muslim, bukankah ini akan menciderai kemuliaan ibadah yang dilakukannya. Bahkan mungkin tidak sekedar menciderai tetapi akan menghanguskannya. Oleh karena itu, seorang Muslim tidak sepatutnya menjadikan kehidupan dunia ini sebagai tujuan. Kembalilah pada ajaran Islam, jadikan dunia sebatas sarana meraih kebahagiaan hakiki.

Akhirat yang Utama

Dalam logika manusia, untuk bahagia di dunia maka harus melakukan banyak usaha untuk kesenangan pribadinya, selagi masih hidup. Logika ini sepintas benar, tetapi sesat. Mengapa? Jika memang demikian adanya, Allah tidak perlu mengutus Nabi Muhammad Shallallahu alayhi wasallam membimbing umat manusia. Artinya, logika itu salah.

Al-Qur’an telah memberikan bukti sejarah akan hal tersebut. Bagaimana orang yang berkuasa dan kaya ternyata harus mati dalam kondisi mengenaskan lagi terhina. Termasuk kehidupan kaum-kaum terdahulu, yang sangat gagah, canggih, modern, tetapi akhirnya binasa seketika.

Jelas, mereka memiliki kekuatan materi di dunia, tetapi mereka tidak bahagia. Sebaliknya, para Nabi dan Rasul, kecuali Nabi Sulaeman Alayhissalam, seluruhnya hidup biasa-biasa saja. Namun, mereka sangat bahagia. Bahkan Allah menyebut mereka semua yang mulia itu sebagai orang-orang yang beruntung. Mengapa demikian?

Ternyata hal ini Rasulullah Shallallahu Alayhi wasallam terangkan dalam satu haditsnya. “Barangsiapa yang kehidupan akhirat menjadi tujuan utamanya, niscaya Allah akan meletakkan rasa cukup di dalam hatinya dan menghimpun semua urusan untuknya serta datanglah dunia kepadanya dengan hina. Barangsiapa yangkehidupan dunia menjadi tujuan utamanya, niscaya Allah meletakkan kefakiran di hadapan kedua matanya dan menceraiberaikan urusannya dan dunia tidak bakal datang kepadanya, kecuali sekedar yang telah ditetapkan untuknya.” (HR. Tirmidzi).

Artinya, Allah akan memberikan rasa puas di dalam hati seorang Muslim yang memang benar-benar mengutamakan akhiratnya, sehingga ia tidak pernah digempur oleh perasaan kurang, sehingga terus-menerus ingin menambah perbendaharaan hartanya dengan bersusah payah, sampai lupa waktu, lupa saudara dan lupa persaudaraan.

Ia merasa cukup, dan merasa cukup itulah kebahagiaan sesungguhnya.

Namun perlu digarisbawahi, bukan berarti orang yang merasa puas dengan dunia lantas hidup santai dan berleha-leha dengan alasan mengejar akhirat. Figur penting akan hal ini lengkap pada seluruh sosok sahabat Rasulullah Shallallahu Alayhi wasallam.

Umar Radhiyallahu anhu misalnya, beliau sebagai pemimpin tidak pernah berpikir harta untuk keluarganya. Namun demikian, tanggungjawabnya terhadap keadaan umat Islam, sampai sekarang tidak ada yang menandinginya. Demikian pula halnya dengan Abu Bakar, Utsman dan Ali Radhiyallahu anhum. Dan, sangat tidak mungkin para sahabat itu hidup tidak bahagia, mereka bahkan sangat bahagia dan tentu, sangat mulia di akhirat-Nya.

Sebaliknya, orang yang orientasinya dunia belaka, hidupnya akan berantakan. Dalam bahasa Ath-Thayyibi mereka adalah orang yang ”Jama’allaahu syamlahuu.” Artinya, urusannya tidak terhimpun rapi.

Mungkin inilah yang dialami oleh para koruptor, dimana mereka berharap hidup bahagia dengan menghimpun banyak harta, tetapi karena caranya salah alias melanggar hukum, justru di masa tua mereka hidup di balik penjara. Itu belum di akhirat.

Dengan demikian, mari kita kembali kepada ajaran Islam. Karena hanya ajaran Islam inilah yang secara nyata akan mendatangkan kebahagiaan di dunia dan kemuliaan di akhirat. Jangan korbankan iman kita karena dunia. Tetaplah jalin dan jaga silaturrahim, maafkanlah orang yang bersalah bahkan yang menganiaya kita, insya Allah ridha-Nya akan menjadikan kita bahagia tiada tara. Wallahu a’lam.(Hidayatullah)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Yamaha XSR900 Model 2027 Hadir dengan Gaya Retro YZF750R
Otomotif

Yamaha XSR900 Model 2027 Hadir dengan Gaya Retro YZF750R

...

Read moreDetails
Hyundai Kona Electric Resmi Mengaspal di Indonesia Dibanderol Harga Rp674 Jutaan

Hyundai Kona Electric Resmi Mengaspal di Indonesia Dibanderol Harga Rp674 Jutaan

Usia 18-25 Tahun Dominasi Investor Pasar Modal Riau

Usia 18-25 Tahun Dominasi Investor Pasar Modal Riau

Perkuat Sektor Kreatif, BTN Targetkan Pertumbuhan Bisnis Lewat Ajang JFW 2027

Perkuat Sektor Kreatif, BTN Targetkan Pertumbuhan Bisnis Lewat Ajang JFW 2027

BRK Syariah Perkuat Inklusi Keuangan di Karimun, Bkawan Miliki 113 Agen

BRK Syariah Perkuat Inklusi Keuangan di Karimun, Bkawan Miliki 113 Agen

Itel A300+ Resmi Hadir Bawa Baterai 7000 mAh dan Fitur Ultralink Harga Rp2,1 Jutaan

Itel A300+ Resmi Hadir Bawa Baterai 7000 mAh dan Fitur Ultralink Harga Rp2,1 Jutaan

Next Post

Apa Kriteria Negara Berdaya Saing?

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.