Asisten II Setda Kabupaten Siak Was-was, Ini Penyebabnya

Selasa, 16 Februari 2016 16:12

BERTUAHPOS.COM (BPC) SIAK – Pasca terpilihnya Bupati dan Wakil Bupati Siak 2016-2021 Asisten II Setda Siak bidang perekonomian, Syafrilenti menyampaikan kekhawatirannya dalam pengusulan pembangunan desa. Salah satunya dengan adanya pembangunan desa atau kampung dengan anggaran Rp 5 miliar.

“Ada desa yang mencapai Rp 5 miliar, ini menjadi kerisauan dan masalah. Takutnya ada bermasalah hukum, sistem salah dan salah pemikiran,” ungkap Syafrilenti, Selasa (16/02/2016).

Dalam hal ini ia menyampaikan bahwa pengusulan daerah dalam pembangunan ini tidaklah berbau politik. Namun lebih karena adanya pengurangan anggaran. “Pasca terpilihnya bupati dan wakil bupati pembangunan desa ini menjadi salah satu yang harus diprioritaskan, jadi jangan berfikir kalahnya suara dalam pemilu di desanya tidak akan adanya pembangunan,” tuturnya.

Dalam  Musyawarah Rencana kerja pembangunan (musrembang) Kecamatan Siak tahun 2016 yang memiliki 12 desa dan 2 kelurahan ini menyampaikan apa yang akan direncanakan untuk membangun desa di antara penyampaian itu lebih banyak mengarah ke bagian pembangunan drinase, jalan dan sebagainya.

Baca: Polda Riau Belum Tahu Gula Kemasan Khusus Hilang dari Ritel Alfamart dan Indomaret

Musrembang yang dibuka langsung oleh Syafrilenti asisten II Setda kabupaten siak ini dilaksanakan di Gedung Maharatu Jalan Sultan Syarif Kasim, Selasa (16/2/2016). Dalam proses musrembang yang tertuang dalam peraturan pemerintah no 8 tahun 2008 di mana perlu mengikut sertakan seluruh komponen masyarakat dari tingkat bawah untuk menyimpulkan skala prioritas apa saja yang menjadi kebutuhan warga masyarakat.

Dalam sambutannya Syafrilenti berharap musrembang haruslah menyentuh keinginan masyarakat secara musyawarah. “Sehingga apa yang ingin dicapai dalam musrembang bisa mengakomodir keinginan tersebut dan tepat sasaran,” ujarnya.

Dengan musrembang ini juga hendaknya tidak terlalu tergantung pada APBD, pasalnya menanggapi hal ini pihak  SKPD berjuang ke Provinsi untuk mendapatkan dana.

Saat ini juga ada sedikit perubahan di desa, dulu di serahkan ke kabupaten, dan untuk saat ini di desa lebih dari Rp 200 miliar dari add dan dana pusat. “Musrebang tingkat kecamatan ini harus dipilah-pilah , mana apbd, add, bantuan pemerintah pusat harus dipisah-pisahkan,”bebernya.

Hadir dalam musrebang kecamatan Siak selain Camat Siak Wan Saiful, kepala Bapeda Iyan Prana, Kepala Bina Marga Irving, nampak pula undangan ketua komisi 1 DPRD Sutarno beserta Lurah dan beberapa tokoh masyarakat yang ada diwilayah kecamatan Siak. (Ely)