600 Ribu Hektar Sekat Kanal, Meranti Jadi Target Pemulihan Gambut

Selasa, 08 Maret 2016 16:34

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Badan Restorasi Gambut (BRG) untuk tahun pertama menetapkan sebanyak 600 ribu hektar lahan gambut harus diselamatkan. Kabupaten Kepulauan Meranti jadi target awal oleh lembaga itu untuk dilakukan pemulihan.

Kepada Badan Resorasi Gambut, Nazir Foead mengatakan jika memang harus mengikuti Peraturan Presiden (Perpres), BRG menargetnya sebanyak 2 juta hektar lahan gambut di tahan air yang harus terselamatkan, atau diretorasi.

“Ini dalam artian keadaan ekologisnya harus diperbaiki. Terutama bagimana menjadikan lahan gambut itu selalu basah dan lembab. Idealnya jikapun dilempar obor, tanah itu tidak terbakar karena gambutnya lembab,” katanya, Selasa (08/03/2016).

Dia menambahkan, dari pengalaman sebelumya, di pulau Sumatera dan Kalimantan sendiri, bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), LSM dan universitas, menyakini bahwa upaya sekat kanal yang akan dilakukan bisa berhasil membuat gambut basah.

Baca: Dianggap Ajaib, Foto Kakek Ini Dipajang Sebagai Penglaris

“Saya pernah melakukan sendiri. Waktu sebelum bagun sekat kanal, saya datang dan saya ambil tanah gambut itu, kondisinya memang kering sekali. Kalau ada api memang terbakar. Tapi setelah dilakukan sekat kanal, setelah beberapa tahun. Tanah tersebut saat dipegang rasanya lembab,” ujar Nazir.

Untuk di Riau sendiri, Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi target utama restorasi gambut dari 600 ribu hektar tersebut. Namun demikian, melihat kondisi gambut di Dumai, Bengkalis dan Siak, pihak BRG tidak boleh lupa.  Dengan kata lain tidak seakan-akan hanya fokus di wilayah meranti saja. Sementara di daerah lain terabaikan.

“Kami akan langsung meluncur ke Dumai lewat darat melintasi Siak dan Bengkalis untuk dapat berinteraksi dan melihat langsung di lapangan,” sambungnya.

Di Kabupaten Kepulauan Meranti sendiri lebih kurang ada 400 kanal lepas. Melihat ini, dia tidak bisa memastikan harus berapa banyak kanal yang akan dibangun untuk dilakukannya sekat kanal. Menurutnya BRG harus melihat dulu bagaimana kondisi kanal yang ada. Mulai dari ukuran kanal hingga tipe kanalnya.

“Kalau diameter kanalnya besar, memang harus dibangun beberapa kanal. Sedangkan kanal yang kecil sekatnya bisa lebih sedikit. Jadi memang harus dipetakan dulu jaringan kanalnya dan luasnya seperti apa. Kalau untuk restorasi, memang hanya dilakukan sekat kanal saja,” ujar Nazir.

Penulis: Melba