• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

2 Tahun SMFP, RAPP Kangkangi Aturan Sendiri

Tim Redaksi by Tim Redaksi
28 Januari 2016
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) melihat bahwa perusahaan bubur kertas terbesar di Riau PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) telah mengangkangi komitmen mereka sendiri, tentang Sustainable Managemen Forest Policy (SMFP).

Koordinator Jikalahari, Woro Supartinah mengatakan, 2 tahun perusahaan itu menjalankan komitmen SMFP, namun realita di lapangan tidak menunjukkan bahwa komitmen itu mereka jalankan.

Pasca peluncuran SMFP ke 2 pada tanggal 3 Juni 2015 lalu, belum juga ada menunjukkan perubahan signifikan, seperti yang dijanjikan perusahaan yang terafiliasi dengan APRIL itu. Perusahaan itu masih sebatas melakukan sosialisasi dengan masyarakat sipil terkait komitmen mereka.

“Justru pelanggaran komitmen SMFP dan SMFP 2.0 terus terjadi. Dan secara sistematis terus dibiarkan oleh APRIL,” katanya, Kamis (28/01/2016), di kantor Jikalahari Jalan Serati, kecamatan Sukajadi, Pekanbaru Riau.

Baca: Satu Tahun SMFP, Bagaimana Realisasi Komitmen RAPP (April)?

Catatan Jikalahari, sepanjang tahun 2015 sebanyak 1.782 hotspot di area konsesi milik APRIL (April Group), hotspot terbanyak justru terjadi di area konsesi RAPP (Aprilasia), yakni sebanyak 240 hotspot. Selain itu juga masih terjadi konflik lahan antar masyarakat dengan anak perusahaan APRIL itu.

“Pasca lahan terbakar, APRIL belum melakukan tindakan apapun untuk menyelamatkan gambut yang telah rusak akibat terbakar,” sambungnya.

Dia menambahkan, komitmen yang RAPP gadang-gadangkan hanya sebatas pencitraan, agar produk kertas yang mereka buat laris manis di pasar internasional.  APRIL ditekan internasional dan WBCSD untuk menerapkan itu. Yang menjadi penting dalam komitmen ini, ternyata APRIL masih menggunakan hutan alam untuk produksi kertasnya.

“Harusnya tidak adalah aktifitas penebangan hutan alam, sampai mereka mendapat rekomendasi dari HCV. Istilahnya moratorium penebangan hutan alam. Per 2019 pasokan pabrik bersumber dari hutan tanaman mereka,” sambungnya.

Sejak awal mereka berjanji untuk menyelesaikan konflik dengan masyarakat. Namun nyatanya hingga saat ini masih terjadi. Terutama dalam kasus yang terjadi di Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Hingga saat ini APRIL masih melakukan penebangan hutan alam. Temuan Jikalahari September 2013 lalu, anak perusahaan APRIL PT Triomas FDI masih melakukan penebangan terhadap hutan alam. (Melba)

Baca juga : Ringkasan: SMFP APRIL Dianggap Hanya Alat Dagang

baca juga:  RAPP, Wilmar, Duta Palma Belum Lapor Kegiatan Importir

 

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia
Travelling

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

...

Read moreDetails
5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Jumlah Investor Pasar Modal Riau Justru Melonjak di saat IHSG Anjlok, Apa yang Terjadi?

Jumlah Investor Pasar Modal Riau Justru Melonjak di saat IHSG Anjlok, Apa yang Terjadi?

Next Post

Festival Sholawat, Meriahkan Maulid Nabi di MAN 1 Pekanbaru

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.