BERTUAHPOS.COM — Pelaku pasar melontarkan kritik tajam terhadap Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh setelah konferensi pers pasca rapat kebijakan moneter dinilai gagal memberi kejelasan strategi.
Para investor meragukan komitmen bank sentral Amerika Serikat itu untuk mengendalikan inflasi melalui kebijakan suku bunga yang lebih ketat.
Tak lama setelah konferensi pers pada Rabu, 29 Juli, analis JPMorgan Chase merevisi proyeksi kebijakan moneter secara agresif. Perkiraan kenaikan suku bunga dimajukan dari paruh kedua 2027 menjadi Desember 2026.
Dikutip Bertuahpos dari Bloomberg, Ekonom JPMorgan Michael Feroli menilai Warsh kembali gagal menjelaskan secara spesifik komitmen pengendalian inflasi. Kondisi ini meningkatkan tekanan bagi anggota FOMC untuk bertindak lebih tegas sesuai mandat menjaga stabilitas harga.
Dalam rapat terbaru, The Fed mempertahankan suku bunga acuan melalui pemungutan suara 9 berbanding 3. Keputusan tersebut sebenarnya telah diperkirakan pasar dan tidak menimbulkan kejutan.
Warsh tidak memberikan alasan cukup jelas maupun sinyal kesiapan mendukung kenaikan suku bunga jika inflasi tetap tinggi. Reaksi pasar langsung berlangsung negatif.
“Indeks saham AS ditutup melemah tajam sepanjang sesi perdagangan. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor panjang melonjak ke level tertinggi dalam hampir dua dekade,” katanya.
Kepala Ekonom Wolfe Research Stephanie Roth menyebut konferensi pers itu telah mengikis kredibilitas The Fed. Gaya komunikasi Warsh justru menjadi bumerang karena pasar mulai meragukan keseriusan bank sentral.
“Konferensi pers tersebut telah mengikis kredibilitas Warsh. Gaya komunikasinya justru menjadi bumerang karena pasar mulai meragukan keseriusan bank sentral dalam memerangi inflasi,” ujar Stephanie Roth.
Kredibilitas The Fed menjadi taruhan penting di tengah berkurangnya toleransi komite terhadap inflasi tinggi. Jika ekspektasi inflasi meningkat, imbal hasil obligasi jangka panjang bisa terdorong naik secara berkepanjangan.
Kepala Ekonom AS PGIM Robert Sockin menilai komentar Warsh harus menunjukkan sikap lebih hawkish ke depan. Perbaikan persepsi pasar mendesak dilakukan setelah konferensi pers yang dinilai membingungkan.
“Komentar Warsh dan pejabat The Fed lainnya kemungkinan harus menunjukkan sikap yang lebih hawkish dalam beberapa waktu ke depan untuk memperbaiki persepsi pasar,” ujar Robert Sockin.
Sejumlah ekonom menilai The Fed sebenarnya memiliki alasan kuat menahan suku bunga saat ini. Meredanya konflik AS-Iran menurunkan tekanan harga minyak sementara data inflasi Juni lebih baik dari perkiraan.
Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson menyebut posisi kebijakan moneter saat ini sudah tepat. Gubernur Lisa Cook menilai diperlukan waktu lebih panjang untuk mengevaluasi arah inflasi secara menyeluruh.
Presiden Fed New York John Williams bahkan mengindikasikan inflasi kemungkinan telah mencapai puncaknya. Pasar tenaga kerja juga belum dianggap sebagai sumber utama tekanan inflasi.
Namun Warsh justru menyoroti kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang sejak pertemuan Juni. Ia menilai pengetatan kondisi keuangan telah berlangsung meski suku bunga acuan belum berubah.
Ekonom Monetary Policy Analytics Derek Tang menilai kondisi keuangan memang telah mengetat. Namun penyebabnya adalah keraguan investor terhadap komitmen The Fed, bukan keberhasilan komunikasi bank sentral.
Warsh diperkirakan memiliki kesempatan memperjelas arah kebijakan di simposium Jackson Hole pada Agustus mendatang. Ia hanya mengatakan masih menyiapkan materi dan ingin membahas isu strategis termasuk komunikasi kebijakan dan kecerdasan buatan.
Jika Warsh kembali gagal memberi panduan jelas, tekanan kenaikan suku bunga bisa datang dari anggota FOMC lainnya. Tiga pejabat telah menyatakan perbedaan pendapat dengan mendukung kenaikan 25 basis poin.
“Ruang toleransi The Fed terhadap inflasi kini semakin sempit. Apabila data inflasi berikutnya kembali menunjukkan kenaikan yang berarti, peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September akan meningkat secara signifikan,” ujar Gregory Daco, Ekonom EY-Parthenon.









