BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – berbeda dari biasanya, tarif pulsa ponsel ternyata memberikan sumbangan inflasi cukup besar di Riau.
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Riau, Aden Gultom mengatakan, penggunan tarif pulsa ponsel cukup meningkat di bulan September 2016. Tingginya tingkat konsumsi masyarakat terhadap hal ini membuat sumbangsih inflasi di Riau masih tinggi.
Inflasi pada bulan September 2016 terjadi karena adanya kenaikan harga pada lima kelompok pengeluaran masayarakat. Yaitu kelompok bahan makanan naik sebesar 2,22 persen, diikuti kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 1,31 persen, kelompom makanan jadi dan turunannya sebesar 0,07 persen.
Sementara komuditas yang memberi andil terhadap inflasi Riau sebesar 0,81 persen yakni, cabai merah, mobil, tarif pulsa ponsel, minyak goreng, upah tukang mandor, cabai hijau, kopi manis, rokok kretek filter, kacang buncis, angkutan udara, dan lain-lain.
Sedangkan komuditas yang menahan lajunya inflasi (deflasi), yakni, daging ayam ras, bawang merah, telur ayam ras, gula pasir, bayam, apel, kangkung, ayam hidup, biaya kukiah akademi atau perguruan tinggi dan jengkol.
Sepanjang bulan September 2016, Provinsi Riau mengalami inflasi sebesar 0,81 persen. Menjelang akhir tahun, angka inflasi Riau masih tergolong sangat tinggi.
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Riau, Aden Gultom mengatakan, dari tiga kota yang masuk dalam catatan statistik di Riau, dua kota mengalami inflasi dan satu kota mengalami deflasi.
Ke dua kota yang mengalami inflasi diantaranya Kota Pekanbaru dengan sumbangan inflasi terbesar yakni 0,94 persen dan Kota Dumai 0,64 persen. Sedangkan Kota Tembilahan mengalami deflasi sebesar 0,22 persen.
Penulis : Melba









