• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, November 2, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pemprov Riau Tak Mau Berubah, Belanja Pegawai Selalu Bengkak di Awal

by
27 Mei 2016
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Akademisi Riau mencacat tren belanja Pemerintah Provinsi Riau masih terpola dengan sistem lama. Hal ini dapat dilihat dari bentuk realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang dikucurkan Pemerintah Pusat ke Riau.

Menurut Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Riau, Dahlan Tampubolon, tren belanja pegawai pemerintah selalu menduduki posisi persenan tertinggi dibanding belanja barang dan belanja modal. “Kondisi tersebut hampir tejadi setiap tahun. Bahkan berjalan ke semester pertama tahun 2016, angka belanja pegawai masih tinggi,” katanya, Jumat (27/05/2016).

Berdasarkan data dari Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jendral PBN Provinsi Riau, per Januari sampai tanggal 23 Mei 2016 lalu, jumlah belanja pegawai di Pemprov Riau berada di angka 36,59 persen. Angka ini masih mengalahkan realisasi belanja barang yakni sebesar 17,25 persen. Sedangkan untuk belanja modal masih 21,45 persen. Sedangkan untuk belanja bantuan sosial disepanjang tahun 2015, totalnya sebesar 92,54 persen.

“Data itukan jelas menunjukkan belum ada perubahan pola realisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Riau. Masih pada belanja pegawainnya,” ujarnya.

Seharusnya, menurut Dahlan, posisi ini dibalik. Jika pemerintah bisa cepat menggesa belanja barang dan modal lebih tinggi, maka realisasi anggaran pemerintah akan lebih optimal. Minimal, realisasinya sejalan dengan belanja pegawai. Dia juga menyebutkan, kondisi realisasi seperti ini juga terjadi pada pelaksanaan penyerapan Anggran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Sebelumnya, Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI, Desky Wijaya menyebutkan, yang menjadi catatan buruk adalah sistem pengelolaan keuangan pemerintah lebih senang mengendapkan uang di bank.

Hal ini juga dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Riau. “Pada prinsipnya kebiasaan buruk seperti ini terjadi di hampir semua Pemda,” katanya.

Dalam kesempatan diskusi kebijakan fiskal dan pengembangan ekonomi terkini Provinsi Riau di Hotel Pageran Pekanbaru, tren dana pemerintah daerah di Perbangkan sepanjang 2012 hingga 2016 cenderung meningkat.

Kata Disky, sesuai tren perkembangan jumlah simpanan pemerintah daerah di perbankan empat tahun terakhir, posisi simpanan di perbankan pada periode Bulan Januari sampai Juni, terus mengalami peningkatan.

“Ini lagi-lagi disinyalir karena pada triwulan I dan II, biasanya Pemda baru dapat melakukan realisasi belanja operasional. Sementara belanja modal relatif belum banyak direalisasikan. Misalnya terhambat pada lambatnya proses pelelangan pekerjaan,” tambahnya.

Pemerintah Pusat selalu merilis, pada posisi tertinggi simpanan pemerintah daerah di perbankan yakni pada Bulan September. Sedangkan pada Oktober sampai rentang waktu Desember, simpanan uang pemerintah daerah di perbankan mengalami penurunan. Puncaknya pada akhir tahun selalu berada dalam grafik posisi terendah.

“Kebiasaan seperti ini menunjukkan bahwa pada triwulan ke IV Pemda menarik sebagian besar uangnya di perbankan untuk dipergunakan dalam bentuk realisasi belanja,” ujar Desky.

Penulis: Melba

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Berita Terkait

Honda Spacy 125, Skutik Dimensi Kompak dengan Konsumsi BBM Diklaim Irit
Otomotif

Honda Spacy 125, Skutik Dimensi Kompak dengan Konsumsi BBM Diklaim Irit Harganya Rp18 Jutaan

...

Read moreDetails
Bentley Torcal First Edition, SUV Listrik Tampil dengan Kabin Mewah dan Performa Tinggi

Bentley Torcal First Edition, SUV Listrik Tampil dengan Kabin Mewah dan Performa Tinggi

Selat Hormuz Memanas, IHSG Terpaksa Parkir di Zona Merah. 23 Perusahaan Tunda IPO Saham 2026, Pasar Dinilai Belum Kondusif

23 Perusahaan Tunda IPO Saham 2026, Pasar Dinilai Belum Kondusif

4 Motor Bebek untuk Touring, Mana Paling Hemat BBM?

4 Motor Bebek untuk Touring, Mana Paling Hemat BBM?

Ekuador Terpilih Jadi Tuan Rumah COP18 CBD 2028

Ekuador Terpilih Jadi Tuan Rumah COP18 CBD 2028

Karhutla di Sekitar Tol Palindra, HKA Siapkan Personel untuk Patroli Hingga Medis. PT GAP dan PT MAP Dijerat Kasus Karhutla, Satu Bermodal dari Singapura

PT GAP dan PT MAP Dijerat Kasus Karhutla, Satu Bermodal dari Singapura

Next Post

Rio Haryanto Hantam Pembatas, Potongan Mobil Berserakan di Lintasan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.