• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Jangan Mudah Dirayu Iklan Susu Formula, Ini Alasannya

Tim Redaksi by Tim Redaksi
18 Mei 2013
SUSU FORMULA
128
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM-Docosahexaenoic Acid alias DHA kerap dijadikan bintang promosi karena diyakini mampu mendongkrak tumbuh kembang otak dan retina. Benarkah? Sejatinya, Omega 3, Omega 6, serta Omega 9 — yang sebetulnya sama saja dengan DHA.

Untuk susu bayi 0 – 6 bulan, ‘senjata’ andalannya adalah laktoferin, zat yang hanya ada dalam ASI (Air Susu Ibu) untuk kekebalan bayi.

Zat yang kedengarannya baru itu sebetulnya ‘barang lama’. DHA dan saudaranya, eicosapentaenoic (EPA), menrupakan asam lemak Omega -3 yang merupakan jenis asam lemak tak jenuh rantai panjang. Berbeda dengan asam lemak non-esensial yang dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, asam lemak ini harus disuplai dari luar tubuh. Sumbernya bisa macam-macam. Misalnya ikan laut sebangsa sarden atau salmon.

Susu formula bukan satu-satunya, karena di sini sifatnya pun hanya ditambahkan, bukan alami ada dalam susu itu.

Saat ini, susu formula bayi memang didesain seilmiah mungkin. Bahkan jika perlu, dibuat menyerupai atau mengungguli ASI baik dalam kandungannya maupun performanya. Tapi bagaimana pun, seperti dituturkan Utami Rusli, dokter anak yang juga penggiat ASI, tidak mungkin susu formula sama persis dan sempurna seperti ASI. Zat-zat yang diconteknya, menurut Utami, boleh sama atau bahkan lebih unggul. ”Tapi kemampuannya untuk diserap usus bayi, nanti dulu,” ujarnya.

Menurut Utami, ASI dibuat dengan komposisi sedemikian rupa sehingga semua zat yang terkandungnya terserap sempurna oleh usus bayi. Zat-zat yang terkandung di dalamnya pun, adalah zat-zat yang memang diperlukan untuk tumbuh kembang bayi secara optimal. Itu sebabnya, kata Utami, penambahan DHA dalam susu formula bayi belum tentu efektif. Pasalnya, DHA dan laktoferin dalam ASI dilengkapi dengan zat yang membuat kedua bahan ini terserap sempurna oleh usus bayi. Tidak demikian dengan susu formula. Pada susu ini, tidak ada satu zat pun yang mampu ‘memaksa’ usus bayi untuk menyerap sempurna bahan tersebut.

Begitu juga zat besi dalam susu formula. Kendati zat besi vital bagi bayi untuk mencegah anemia dan — lagi-lagi — mendukung kecerdasan otak, namun susu formula bayi berzat besi tinggi tidak selamanya bagus untuk bayi. ”Jika zat besi dalam ASI kendati sedikit tapi diserap sempurna oleh usus bayi, tidak demikian dengan susu formula,” ujar Utami.

Akibatnya, zat besi yang tidak terserap itu akan tertinggal dalam usus bayi. Penimbunan zat besi yang terus menerus, menurutnya, merupakan media yang ‘empuk’ bagi bakteri. Bisa dibayangkan apa yang terjadi dengan usus yang dihuni banyak bakteri.

Menurut Utami, hampir semua iklan susu yang ditanggapi secara ‘serius’ oleh konsumen. Sehingga, proses yang terjadi kemudian bukan sekedar pengenalan produk tapi ‘pembodohan’ konsumen. Ia mencontohkan seorang karyawati yang mengeluhkan gajinya tidak cukup untuk membeli susu kaleng anaknya. ”Saat saya tanya ada apa dengan ASI-nya, ia jawab ASI saja tidak cukup untuk membuat anak cerdas karena tidak mengandung DHA,” ujarnya sambil geleng-geleng kepala.

Di atas usia enam bulan, katanya, tanpa susu pun tidak masalah, asal asupan gizinya memadai. Hanya saja, di Indonesia terjadi pengertian yang salah kaprah. Dalam piramida gizi yang disosialisasikan, susu menduduki tempat utama sebagai penyempurna. ”Padahal kalau di negara maju, kedudukan susu sejajar dengan bahan makanan lain,” ujarnya.

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Spesifikasi Chery Q, Mobil Listrik Compact EV dengan Layar Sentuh Floating Harga Rp200 Jutaan
Otomotif

Spesifikasi Chery Q, Mobil Listrik Compact EV dengan Layar Sentuh Floating Harga Rp200 Jutaan

...

Read moreDetails
Rekomendasi 4 HP Samsung dengan Baterai Besar dan Dukungan Fast Charging

Rekomendasi 4 HP Samsung dengan Baterai Besar dan Dukungan Fast Charging

Spesifikasi dan Harga Laptop Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition Gen 11

Spesifikasi dan Harga Laptop Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition Gen 11

Selain Teluk Penyu, Inilah Tempat Wisata di Cilacap yang Wajib Kamu Kunjungi

Selain Teluk Penyu, Inilah Tempat Wisata di Cilacap yang Wajib Kamu Kunjungi

Tempuh Jalur Kasasi, Selain Penjara, Abdul Wahid Wajib Bayar Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

Tempuh Jalur Kasasi, Selain Penjara, Abdul Wahid Wajib Bayar Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

Rekomendasi 4 Toner untuk Mencerahkan Wajah dan Meratakan Warna Kulit

Rekomendasi 4 Toner untuk Mencerahkan Wajah dan Meratakan Warna Kulit

Next Post
BUSANA MUSLIM

Wow, Produk Busana Muslim RI Digemari Warga Maroko

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.