• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 31, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Investor Malaysia Keluhkan Kesiapan Materi Bisnis Riau

by
6 Agustus 2015
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Ada beberapa poin pernting yang menjadi fokus perhatian dan evaluasi Pemerintah Provinsi Riau jika ingin menggaet investor dari Malaysia. Salah salah satunya kesiapan materi bisnis dan investasi Riau masih lemah.

Sekretaris Soial Ekonomi Malaysia Indonesia (Soseskmalindo) Riau menampung keluhan itu dalam pertemuan Sosekmalindo di Hotel Premier, Rabu kemarin. “Mereka mengeluhkan itu,” katanya kepada bertuahpos.com, Kamis (06/08/2015).

Keluhan yang disampaikan negara serumpun itu bukan tanpa alasan. Pemerintah Riau menawarkan potensi investasi, sementara kesiapan materi di kawasan itu tidak mendukung. Masih banyak fasilitas pendukung belum dilengkapi dibeberapa pusat wilayah yang akan dijadikan kawasan investasi. “Potensi perkembangan masih kurang mendukung,” sambungnya.

Pada prinsipnya, Malaysia mengaku siap melakukan investasi di Riau, tapi tetap saja dengan hitung-hitungan bisnis yang rill. Investor juga menilai regulasi pengembang bisnis di Riau masih rumit. Sebab itu pula mereka tidak mau rugi.

“Sementara, kalau investor kita mau masuk ke Malaysia, regulasinya juga ketat,” tambahnya.

Untuk ukuran kerjasama ekonomi antara Malaysia dan Riau, sepertinya belum ada tanda-tanda perbaikan ke arah maju. Sebab keputusan untuk mendapatkan kata sepakat masih ditentukan oleh pemerintah pusatnya. Campur tangan pemerintah Malaysia masih terlalu mendominasi untuk urusan investasi

“Mereka juga belum bisa memberi kepastian. Kami harap mereka juga mendukung kita soal pengembangan investasi. Tapi apa yang menjadi keluhan mereka tetap akan menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Provinsi Riau,” tambah Agusng. (Melba)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Berita Terkait

WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca
Lingkungan

WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

...

Read moreDetails
Zontes ZT368-G ETC, Maxi Scooter dengan Fitur Premium dan Performa Mesin Besar

Zontes ZT368-G ETC, Maxi Scooter dengan Fitur Premium dan Performa Mesin Besar

Hyundai Ioniq 9, SUV Listrik Premium Ruang Kabin Lega Harganya Rp1,6 Miliar

Hyundai Ioniq 9, SUV Listrik Premium Ruang Kabin Lega Harganya Rp1,6 Miliar

TVS Ronin Agonda, Motor Retro dengan Fitur Modern, Harga Rp37 Jutaan

TVS Ronin Agonda, Motor Retro dengan Fitur Modern, Harga Rp37 Jutaan

Hyundai Tucson 2027 Hadir dengan Gleo AI dan Simak Keunggulan Lainnya

Hyundai Tucson 2027 Hadir dengan Gleo AI dan Simak Keunggulan Lainnya

J&T Cargo Perketat Pengiriman Paket Jelang Lonjakan Akhir Tahun

J&T Cargo Perketat Pengiriman Paket Jelang Lonjakan Akhir Tahun

Next Post

SKPD Inhil diminta Dewan Kurangi PHO, Ini Alasannya

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.