Ini Cara Pemprov Riau Atasi Harga Sawit yang Anjlok

Kamis, 03 September 2015 14:34
Ini Cara Pemprov Riau Atasi Harga Sawit yang Anjlok

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Pemerintah Provinis Riau melalui Dinas Perkebunan Provinsi Riau memutuskan beberapa kesepakatan, untuk mengatasi anjloknya harga sawit di Provinsi Riau.

Dinas Perkebunan disetiap kabupaten/kota di Riau sudah melaporkan atau yang mewakili sudah memberikan gambaran bahwa penurunan harga terjadi merata di seluruh wilayah Provinsi Riau.

Advertisement

Beberapa usulan dan kesepakatan yang dapat diambil dari diskusi untuk mengurangi dampak dari semakin merosotnya harga TBS pekebun sekaligus mengantisipasi dampak gangguan stabilitas keamanan, disepakati untuk melakukan fasilitasi pemasaran TBS oleh Pemerintah Kabupaten/Kota.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Muhibul Basyir menjelaskan harga TBS di tingkat pekebun bervariasi antar kabupaten/kota, berkisar antara Rp 250 sampai Rp 600 perkilogram. “Tergantung wilayah dan kelayakan infrastruktur  yang tersedia ke kebun kelapa sawit swadaya,” katanya, Kamis (03/09/2015).

Baca: Sidang Jessica Pagi Ini,Penegakan Hukum Indonesia Diuji

Diharapkan agar Perusahaan Perkebunan menetapkan harga secara terbuka di setiap PKS sehingga pekebun bisa memperoleh informasi yang berujung meningkatkan posisi tawar pekebun dalam transaksi TBS.

Perusahan juga diminta melakukan sosialisasi dan penyampaian informasi, tentang penyebab perbedaan harga jual TBS, baik itu kebun plasma dan kebun swadaya, untuk mengurangi kegelisahan pekebun swadaya dan memberikan masukan agar pekebun swadaya mengikuti aturan teknis perkebunan kelapa sawit.

“Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten/Kota bekerjasama dengan Asosiasi Perusahaan Perkebunan dan Asosiasi Pekebun Swadaya melakukan pengawasan harga TBS sehingga petani swadaya memperoleh harga yang layak. Diminta Perusahaan Perkebunan lebih terbuka dalam penetapan harga TBS serta rendemen CPO dari TBS pekebun swadaya,” sambungnya.

Selain itu, perlu diupayakan bantuan biaya transportasi TBS pekebun melalui CSR Perusahaan Perkebunan dan bantuan sarana produksi kepada pekebun melalui APBD Perubahan (APBD-P) 2015.

Harga terendah terindikasi terjadi di wilayah yang tergolong remote area, sehingga diperlukan perbaikan sarana dan prasarana menuju kebun petani yang akan berdampak terhadap peningkatan posisi tawar atau bargaining position petani dimasa akan datang.

Pemerintah Kabupaten/Kota selaku pemberi Izin Usaha Perkebunan (IUP) sangat diharapkan melakukan pengawasan dan pengawalan terhadap pembelian harga TBS dan setiap PKS diwajibkan untuk mengumumkan harga beli TBS secara terbuka melalui papan informasi di PKS.  (Melba)

Berita Terkini

Senin, 19 April 2021 21:31

Akan Punya Bursa Mata Uang Kripto, Ini Kata Bappebti

Mata Uang Kripto

Senin, 19 April 2021 20:30

Demokrat Tolak Jatah Menteri Jika Jokowi Jadi Reshuffle Kabinet

Sikap Demokrat Tetap Dioposisi

Senin, 19 April 2021 19:51

Sinyal dari Ustaz Yusuf Mansur, Witjaksono Akan Jadi Menteri Investasi

Klaim Calon Menteri Investasi

Senin, 19 April 2021 19:30

Bengkalis Disunting Ratusan Miliar Dana dari BRGM

BRGM, Bengkalis

Senin, 19 April 2021 18:23

Sidang Korupsi, Yan Prana Sebut Pemotongan SPPD Usulan Dona Fitria

Sidang Yan Prana Jaya

Senin, 19 April 2021 17:33

Sidang Korupsi Yan Prana, Lima Saksi Ngaku Keberatan SPPD Dipotong 10%

Sidang Korupsi Yan Prana Jaya

Senin, 19 April 2021 17:02

Pelatih Tottenham Jose Mourinho Dipecat

Tottenham menyisakan 6 laga di Liga Inggris

Senin, 19 April 2021 16:22

Kasus Positif Covid-19 di Riau Kian Meningkat, Ini Penekanan Syamsuar untuk Daerah

Beberapa Poin Penekanan Gubri dalam Penanganan Covid-19

Senin, 19 April 2021 15:14

Resep Es Krim Rujak, Hidangan Segar Saat Berbuka Puasa

resep hidangan buka puasa