• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Selasa, Oktober 6, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Gaji Buruh Tak Dibayar, Pembangunan Tenayan Raya Terbengkalai

by
30 Juli 2016
106
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Komplek perkantoran Tenayan Raya milik Pemko Pekanbaru, ternyata masih menuai permasalahan. Mulai dari permasalahan lahan, hingga uang pemko yang terbatas untuk melanjutkan pembangunan kantor tersebut.

Penelusuran bertuahpos ke kantor Tenayan Raya, Sabtu (30/7/2016), ternyata kedua permasalahan tersebut, masalah gaji pekerja bangunan menjadi persoalan baru dalam pembangunan komplek perkantoran milik Pemko tersebut. Sehingga pekerjaan pembangunan tersebut menjadi terbengkalai.

Hal tersebut terungkap berdasarkan pengakuan dari salah seorang warga sekitar komplek perkantoran Tenayan Raya yang tidak ingin disebutkan namanya. “Saya dengar gaji mereka sudah tidak lancar belakangan ini,” ujarnya.

Baca:  Duit Terbatas, Komplek Tenayan Raya Terancam Stop

Dijelaskannya, para pekerja bahkan sering mengutang ditempat usaha warung miliknya. Namun, karena masih merasa kasihan, diapun masih memberikan sebungkus rokok untuk pekerja.

“Kasihan saya, makanya kasih dulu satu bungkus dan itu terakhir untuk mereka. Karena kalau hutang terus habis juga barang dagangan saya. Saya tidak pasti juga berapa lama gaji mereka belum dibayar, katanya sih uang pemerintah tidak ada,” sambungnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Fatimah yang merupakan warga tempatan seputar komplek perkantoran Tenayan Raya. Meski dirinya tidak mengetahui bahwa komplek tersebut termasuk kawasan hutan lindung dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) Riau, namun ia mengatakan bahwa lokasi pembangunan tersebut merupakan bekas kebun sawit yang dimiliki oleh sebuah perusahaan.

“Yang punya itu perusahaan sawit, dibeli oleh pemerintah. Luasnya lumayan kalau tidak salah nama yang punya itu Edi. Karena sebelum lahannya dibeli, saya sempat bekerja disana,” tuturnya.

Dikatakan Fatimah, masyarakat setempat hanya sedikit yang dipekerjakan. Sisanya adalah orang-orang yang didatangkan dari Pulau Jawa. “Kalau masyarakat sekitar paling untuk Satpam saja,” ucapnya.

Komentar serupa datang dari Melda. Berdasarkan keterangannya, sejak habis lebaran Idul Fitri kemarin. Tidak banyak pekerja yang datang untuk bekerja. “Saya dengar mereka belum bergaji. Makanya sekarang ini pekerjaan disana sepi. Biasanya sih selalu ramai lalu lalang para pekerjanya,” ceritanya.

Bukan hanya itu, dikarenakan belum dibayarnya gaji para pekerja, kantin-kantin yang biasa berjualan di komplek perkantoran tersebut juga lebih memilih tidak berjualan disana.

“Sekarang pekerja sepi, gaji belum dibayar, dikantin ngutang aja. Ya tentu mereka milih tidak berjualan disana. Biasanya bos-bos atau pejabat sering lewat kesana, sekarang sudah sepi bahkan tidak ada,” tuturnya.

Sebagai Informasi, Pemko Pekanbaru menganggarkan dana sebesar Rp 1,4 Triliun untuk pembangunan kantor Tenaya Raya. Bahkan, untuk membangun komplek tersebut, lahan seluas 200 hektare yang telah dibebaskan Pemko Pekanbaru pada tahun 2014 lalu.

Dilokasi tersebut, akan ada sembilan gedung dengan gedung sekretariat luasnya sekitar 21 hektar dan gedung SKPD masing-masing seluas sembilan hektar. Nanti di setiap gedung SKPD itu akan berkantor dua atau tiga dinas.

Sementara untuk jangka panjang juga direncanakan dibangun gedung DPRD Kota Pekanbaru, rumah dinas Walikota dan Wakil Walikota, rumah dinas dewan dan beberapa kantor instansi vertikal seperti Mapolda Riau.

Pada tahap awal pembangunan, di Komplek Perkantoran Pemko nantinya akan berdiri enam gedung yang direncanakan dibangun dalam dua tahun anggaran. Diperkiraan akan menghabiskan dana sekitar Rp 680 miliar.

Penulis: Iqbal

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Berita Terkait

Rekomendasi 4 HP Samsung dengan Baterai Besar dan Dukungan Fast Charging
Teknologi

Rekomendasi 4 HP Samsung dengan Baterai Besar dan Dukungan Fast Charging

...

Read moreDetails
Spesifikasi dan Harga Laptop Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition Gen 11

Spesifikasi dan Harga Laptop Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition Gen 11

Selain Teluk Penyu, Inilah Tempat Wisata di Cilacap yang Wajib Kamu Kunjungi

Selain Teluk Penyu, Inilah Tempat Wisata di Cilacap yang Wajib Kamu Kunjungi

Tempuh Jalur Kasasi, Selain Penjara, Abdul Wahid Wajib Bayar Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

Tempuh Jalur Kasasi, Selain Penjara, Abdul Wahid Wajib Bayar Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

Rekomendasi 4 Toner untuk Mencerahkan Wajah dan Meratakan Warna Kulit

Rekomendasi 4 Toner untuk Mencerahkan Wajah dan Meratakan Warna Kulit

Suda Ada Diler di Pekanbaru, Geely EX2 Resmi Dijual Mulai Rp239,9 Juta di Indonesia

Suda Ada Diler di Pekanbaru, Geely EX2 Resmi Dijual Mulai Rp239,9 Juta di Indonesia

Next Post

Bukan Firdaus MT, Ini Sosok Pendamping Ayat Cahyadi Maju Pilwako 2017

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.