• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Fethullah Gulen, Sosok Tertuduh di Balik Kudeta Turki

by
17 Juli 2016
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), ISTANBUL – Sekelompok militer berusaha mengambil alih kekuasaan pemerintah Turki pada Sabtu, 16 Juli 2016. Seorang ulama, Fethullah Gulen, dituding sebagai dalang di balik upaya kudeta tersebut.

“Negara ini sangat menderita akibat Gerakan Gulen,” kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul setelah serangan terjadi seperti dilansir Tempo pada Minggu, (17/07/2016).

Gulen merupakan seorang ulama Turki yang kini menetap di Saylorsburg, Pennsylvania, Amerika Serikat. Pria berusia 75 tahun tersebut meninggalkan tanah airnya pada 1999.

Di Turki, Gulen memiliki pengikut setia yang dikenal sebagai Gulenist. Pengikut Gulen kebanyakan masyarakat Turki yang berpendidikan dan profesional. Mereka menganut gerakan Hizmet yang mendukung aliran Sunni.

Gerakan Hizmet banyak mendanai organisasi non pemerintah di Turki. Dana dialirkan ke ratusan sekolah sekuler, pusat pelatihan gratis, serta rumah sakit untuk mengentaskan masalah sosial di sana. Beberapa sukarelawan gerakan tersebut juga memiliki stasiun televisi, koran dengan sirkulasi terbesar, tambang emas, dan memiliki paling sedikit satu bank.

Gulen dan pengikutnya juga membangun jaringan sekolah dan universitas yang beroperasi di lebih dari 100 negara. Di Amerika, kerajaan akademik tersebut termasuk Harmony Public School, sekolah dengan kategori charter school terbesar di Texas. Charter school merupakan sekolah dengan biaya terjangkau namun bukan milik pemerintah.

Atas tudingan melakukan upaya kudeta yang membuat 161 orang meninggal, Gulen menyangkalnya. “Sebagai seseorang yang menderita di bawah banyaknya percobaan kudeta selama lima dekade lalu, rasanya hina dituduh memiliki kaitan dengan upaya tersebut,” katanya.

Ia bahkan menyerang balik. “Ada kemungkinan kudeta tersebut sengaja dirancang dan bisa dijadikan untuk menuduh Gulenist,” kata dia seperti dilansir Guardian.

Pendukung Gulen dari Alliance for Shared Values on Development in Turkey juga membantah keterlibatan Gulen melalui keterangan tertulis. Mereka mengatakan Gulen dan partisipan Hizmet mendedikasikan komitmen mereka untuk kedamaian dan demokrasi selama lebih dari 40 tahun. Mereka juga mengutuk intervensi militer dalam politik Turki. “Komentar pro-Erdogan tentang gerakan kami sangat tidak bertanggung jawab,” kata mereka.

Pendukung Gulen juga pernah dituding pemerintah Turki sebagai dalang percobaan kudeta pada Januari 2014. Erdogan saat itu membandingkan mereka dengan virus dan pembunuh bayaran. Gulen juga membantah tuduhan tersebut melalui surat elektronik. “Kami tidak akan pernah menjadi bagian dari plot apapun melawan mereka yang memerintah negara kami,” tulisnya.

Hubungan Erdogan dengan Gulen sebelumnya terjalin dengan baik. Gerakan Gulen merupakan pendukung kuat Erdogan selama satu dekade terakhir. Media milik Pro Gulen menginvestigasi rencana kudeta para komandan militer Turki. Gerakan Gulen juga berbahaya untuk dikritik pada masa itu.

Polisi menahan penulis Ahmet Sik lebih dari setahun dengan tuduhan mendukung organisasi teroris. Pengadilan melarang bukunya, The Imam’s Army (Tentara Imam), yang mengkritisi gerakan Gulen, bahkan sebelum bukunya terbit.

Keluar dari penjara, Sik mengatakan aliansi Erdogan dan Gulen telah berakhir. “Ada kawin paksa dan pertarungannya bermula dari siapa yang akan memimpin keluarga hingga berujung ke perceraian,” katanya. Sik mengatakan di satu sisi ada komunitas Gulen yang dapat menghancurkan pihak terkuat sepanjang sejarah Turki. Sementara di sisi lainnya, ada pihak yang dalam penyamarannya dapat mencabut semua prinsip legal dan demokratis.

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Berita Terkait

Berita Pilihan

Kontroversi KI Riau: Kuasa Pemohon Ditolak karena Bukan Pengacara, Rion Sebut Komisioner Cuma Omon-Omon

...

Read moreDetails
Rekomendasi Serum Wardah untuk Kulit Kering dan Kusam, Auto Flawless!

Rekomendasi Serum Wardah untuk Kulit Kering dan Kusam, Auto Flawless!

New Balance Kenalkan 5 Model Sepatu Lari di Indonesia Lewat Run Your Way

New Balance Kenalkan 5 Model Sepatu Lari di Indonesia Lewat Run Your Way

Honor Pad X10 Mini, Bawa Baterai 8000 mAh dan Chipset Snapdragon 685, Segini Harganya

Honor Pad X10 Mini, Bawa Baterai 8000 mAh dan Chipset Snapdragon 685, Segini Harganya

Yamaha XSR900 Model 2027 Hadir dengan Gaya Retro YZF750R

Yamaha XSR900 Model 2027 Hadir dengan Gaya Retro YZF750R

Hyundai Kona Electric Resmi Mengaspal di Indonesia Dibanderol Harga Rp674 Jutaan

Hyundai Kona Electric Resmi Mengaspal di Indonesia Dibanderol Harga Rp674 Jutaan

Next Post

Setelah Ditetapkan Tersangkanya, Jabatan Guntur Dicopot, Gajinya Dipotong

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.