• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, November 2, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Defisit Produksi Beras, Riau Jauh Dari Swasembada

by
3 Agustus 2016
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Langkah Pemerintah Provinsi Riau untuk menciptakan Riau swasembada beras sepertinya masih jauh dari harapan. Pasalnya hingga saat ini Riau masih defisit beras meski sudah melakukan suplai dari beberapa provinsi tetangga.

Bank Indonesia (BI) mencatat dalam jangka waktu tiga tahun terakhir, kebutuhan masyarakat terhadap komuditi beras terus mengamati peningkatan sementara pertumbuhan produksi beras malah mengalami penurunan.

Kepala BI Kantor Perwakilan Riau, Ismet Inono mengatakan, masalah defisit beras juga akan menjadi bahasan fokus dalam pertemuan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau.

Pertumbuhan kebutuhan beras tiga tahun terakhir 2,52 persen. Sedangkan pertumbuhan produksi beras malah minus 7,05 persen. Sementara untuk pasokan beras sendiri berasal dari antar pulau Sumatra saja, yakni Sumut 39 persen, sumsel 15 persen Sumbar 31 persen.

Ismet menyebutkan kondisi seperti ini pula yang menyebabkan Riau acap kali mengalami inflasi. Sebab daya beli masyarakat yang tinggi sementara tidak didukung dengan ketersediaan beras yang memadai.

Terlepas dari pada itu dia juga mengakui bahwa persoalan ketersediaan beras di Riau juga sering menjadi masalah. Tugas berat pemerintah tidak hanya memberikan penyadaran kepada masyarakat untuk beralih dari bertanam sawit menjadi sawah, mainkan juga penting adanya pemahaman bahwa hasil panen yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan lokal

Seperti yang diutarakan Bupati Siak Syamsuar dalam sebuah pertemuan di kantor Bank Indonesia awal pekan lalu. Dia menjelaskan kondisi keterlibatan para tebgjulah asal luar daerah itu dalam mendominasi perdagangan beras di Kabupaten Siak. Para tengkulak berani menggambil hasil panen gabah basah petani sebelum masa panen. Akibatnya hasil panen itu dibawa keluar dari Riau untuk diolah menjadi beras jadi yang kemudian dijual kembali ke Riau.

Andi Rachman menjelaskan pihaknya akan melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) Riau. Sebab sebelumnya, Syamsuar juga menjelaskan bahwa Bulog enggan mengambil hasil panen petani dengan harga standar Bulog. Menurut dia, hak ini hanya masalah kebijakan saja.

“Yang penting sekarang ada kemauan tak untuk padi ini bagaimana bisa perdagangannya tidak keluar dari daerah. Tentu pemerintah Kabupaten Siak harus cari penggantinya untuk solusi,” tambahnya.

Bupati Kabupaten Siak, Syamsuar mengaku cukup dipusingkan dengan kondisi petani padi di kabupaten itu yang menjual hasil panen gabah basahnya ke tengkulak Asan Medan. Menurut dia, kondisi seperti ini sudah berlangsung sejak lama.

Dalam situasi sepertibini, kata dia, Pemerintah Kabupaten Siak tidak bisa berbuat banyak, sebab menyangkut masalah pendapatan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangganya.

“Kami selaku pemerintah sudah melakukan upaya untuk peningkatan produksi beras dalam rangka menuju arah swasembada beras. Tapi kondisinya sedang harga beras malah makin mahal,” katanya.

Penulis: Melba

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Berita Terkait

Ekuador Terpilih Jadi Tuan Rumah COP18 CBD 2028
Ekonomi

Ekuador Terpilih Jadi Tuan Rumah COP18 CBD 2028

...

Read moreDetails
Karhutla di Sekitar Tol Palindra, HKA Siapkan Personel untuk Patroli Hingga Medis. PT GAP dan PT MAP Dijerat Kasus Karhutla, Satu Bermodal dari Singapura

PT GAP dan PT MAP Dijerat Kasus Karhutla, Satu Bermodal dari Singapura

OJK Riau Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat Data Perencanaan Nasional. OJK Terapkan Asas Una Via dalam Penegakan Hukum Pasar Modal, Apa Itu?

OJK Terapkan Asas Una Via dalam Penegakan Hukum Pasar Modal, Apa Itu?

Nenek 75 Tahun Digigit Buaya Saat Cuci Piring di Sungai Kuantan, Luka Korban Dijahit 20 Jahitan

5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

Next Post

Air Asia Tutup Rute Pekanbaru-Bandung, Kunjungan Wisatawan Berkurang

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.