• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, November 2, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Adukan Masalah Tengkulak, Gubri: Itu Ranah Kabupaten, Selesaikanlah

by
2 Agustus 2016
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan masalah aduan yang dilakukan Bupti Siak Syamsuar, soal keterlibatan para tengkulak yang memungut gabah basah kepada petani, harusnya bisa diselesaikan langsung oleh pemerintah kabupaten itu. “Itu bukan tugas kita,” katanya, kepada bertuahpos.com, Selasa (02/08/2016).

Dia menambahkan, jikapun pihak Kabupaten Siak ingin melibatkan Pemerintah Provinsi Riau, sangat tidak memungkin sekali untuk ikut terlibat terlalu jauh dalam menyelesaikan masalah ini.

Namun demikian, Pemerintah Provinsi Riau tetap akan melakukan komunikasi dengan instansi terkait untuk menyelesaikan masalah tersebut. Itupun harus berdasarkan permohonan dari Pemerintah Kabupaten Siak. Andi melimpahkan penyelesaian dan penanggulangan itu dilimpahkan kepada Dinas Perkebunan dan Pertemanan Provinsi Riau. “Selesaikan dulu,” tambahnya.

Bupati Siak Syamsuar sebelumnya menjelaskan kondisi keterlibatan para tebgjulah asal luar daerah itu dalam mendominasi perdagangan beras di Kabupaten Siak. Para tengkulak berani menggambil hasil panen gabah basah petani sebelum masa panen. Akibatnya hasil panen itu dibawa keluar dari Riau untuk diolah menjadi beras jadi yang kemudian dijual kembali ke Riau.

Andi Rachman menjelaskan pihaknya akan melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) Riau. Sebab sebelumnya, Syamsuar juga menjelaskan bahwa Bulog enggan mengambil hasil panen petani dengan harga standar Bulog. Menurut dia, hak ini hanya masalah kebijakan saja.

“Yang penting sekarang ada kemauan tak untuk padi ini bagaimana bisa perdagangannya tidak keluar dari daerah. Tentu pemerintah Kabupaten Siak harus cari penggantinya untuk solusi,” tambahnya.

Bupati Kabupaten Siak, Syamsuar mengaku cukup dipusingkan dengan kondisi petani padi di kabupaten itu yang menjual hasil panen gabah basahnya ke tengkulak Asan Medan. Menurut dia, kondisi seperti ini sudah berlangsung sejak lama.

Dalam situasi sepertibini, kata dia, Pemerintah Kabupaten Siak tidak bisa berbuat banyak, sebab menyangkut masalah pendapatan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangganya.

“Kami selaku pemerintah sudah melakukan upaya untuk peningkatan produksi beras dalam rangka menuju arah swasembada beras. Tapi kondisinya sedang harga beras malah makin mahal,” katanya, disela-sela kehadirannya dalam High Level Meeting di Bank Indonesia Kantor Perwakilan Riau, kemarin.

Dia menambahkan, selama ini Pemerintah Provinsi Riau dan Bank Indonesia terus mendendangkan beberapa harga komuditi sembako dipasaran sulit untuk dikendalikan. Namun demikian, ada hal lain yang menurut dia bisa menjadi fokus untuk memperbaiki harga salah satu komuditi itu. Terutama dengan mengupayakan agar hasil panen gabah basah di Siak tidak keluar dari Riau.

Di Siak sendiri ada tiga kecamatan yang kini menjadi sentra penghasil padi dengan produksibyang cukup besar. Diantaranya Kecamatan Bunga Raya, Kecamatan Mandau, Sebau dan Sungai Apit.

“Beras kami lagi gencar meningkatkan produksi. Tapi yang terjadi di Siak ini apabila masuk musim panen mulailah masuk tengkulak dari daerah lain,” tambahnya.

Hingga saat ini, blum ada pedangan atau pengusaha dari Kabupaten Siak dan Pekanbaru yang sanggup melirik potensi untuk menampung gabah basah dari Siak ini. Mengingat jika hasil panen itu bisa diserap lokal, kemungkinan besar untuk mengatasi masalah beras di Riau tidak sesulit ini.

Penulis: Melba
 

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Berita Terkait

Benarkah Bentuk Bumi Berubah akibat Mencairnya Es Kutub?
Teknologi

Benarkah Bentuk Bumi Berubah akibat Mencairnya Es Kutub?

...

Read moreDetails
Peluang Ekonomi Masyarakat Lewat Minyak Jelantah

Peluang Ekonomi Masyarakat Lewat Minyak Jelantah

Polemik Perebutan Takhta, Pendiri Lens Technology Kembali Jadi Wanita Terkaya China

Pendiri Lens Technology Kembali Jadi Wanita Terkaya China, Segini Duitnya

Meski Berusaha Bangkit, Harga CPO Masih Belum Pulih

Meski Berusaha Bangkit, Harga CPO Masih Belum Pulih

Rekomendasi 4 HP Samsung Serie A Terbaik 2026 Performa Flagship dengan Harga Terjangkau

Rekomendasi 4 HP Samsung Serie A Terbaik 2026 Performa Flagship dengan Harga Terjangkau

Cuaca Riau dan Prakiraan Gelombang Laut Hari Ini, 2 November 2026

Cuaca Riau dan Prakiraan Gelombang Laut Hari Ini, 2 November 2026

Next Post

Nikmati Promo Coffee Shop Hotel Furaya Pekanbaru

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.