• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

4 Pabrik di Riau Kekurangan Bahan Baku Ubi

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
22 Maret 2021
pabrik ubi

Ubi kayu. (pixabay)

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Empat pabrik ubi di Riau kekurangan bahan baku. Ketersediaan ubi bahkan belum cukup untuk memenuhi setengah dari kebutuhan pabrik.

Dari 4200 ton ubi yang diperuntukan untuk berbagai keperluan pabrik, sementara bahan baku yang tersedia di Riau baru mencapai 500 ton.

Pemprov Riau sejauh ini masih akan mengupayakan membantu kekurangan ubi untuk pabrikan tersebut. “Inilah yang sedang kita upayakan, bagaimana kesenjangan dari ketersediaan dan kebutuhan ini bisa tercapai,” kata Kabag Sumber Daya Alam Biro Ekonomi Setdaprov Riau, OK Doni.

Dijelaskannya, saat ini ada empat pabrik besar di Riau yang yang meminta pasokan ubi dalam jumlah banyak. Yakni Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP), Indofood dan PT Asrindo.

Total kebutuhan komulatif 4200 ton tersebut, diperuntukan berbagai bahan baku. Yaitu, Indofood dan PT Asrindo untuk pembuatan tepung tapioka. 

Sedangkan RAPP dan IKPP untuk pelentur atau pelicin dan penutup pada pada bahan kertas yang mereka produksi.

Namun, masih ada masalah lain, ketersediaan bahan baku ubi di Riau ternyata belum seperti diinginkan pihak industri tersebut, terutama RAPP dan IKPP. Dimana, ubi yang dibutuhkan adalah berwarna putih.

“Memang masalahnya, kualitas ubi kita punya, agak rendah dibanding tempat lain. Karena yang dibutuhkan, ubi putih. Sementara hasil ubi di Riau masih kuning. Mereka butuh warna putih, untuk pelentur atau pelicin dan penutup kertas,” ungkap Doni.

Ada pun untuk pemenuhan pasokan bahan baku, pihak pabrik mendatangkan ubi dari luar provinsi, diantaranya dari Lampung. Selain itu,  sebagian pasokan lagi justru didatangkan dari negara Thailand.

Lebih lanjut, Doni mengaku soal upaya pemenuhan kebutuhan ubi, Biro Ekonomi akan bekerja sama dengan instansi terkait di Provinsi Riau. Yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan termasuk di kabupaten kota dengan menggandeng pihak petani. 

“Kita perlu mendata lagi, berapa sebenarnya hasil dan kebutuhan yang dihasilkan dari ubi. Daerah penghasilan ubi terbanyak di Bengkalis dan Kampar,” ujar Doni lagi. (bpc2)

Tags: kebutuhan ubikulitas ubi di riaupabrik ubi
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

No Content Available
Next Post
desa wisata rantau langsat

Suguhan Air Terjun dan Wisata Budaya Eksotis di Rantau Langsat

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.