BERTUAHPOS.COM, PELALAWAN – Pemerintah Kabupaten Pelalawan bersama Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus mempercepat pelaksanaan program “Pelalawan Terang” guna mencapai rasio elektrifikasi 100 persen. Salah satu proyek strategis yang tengah berjalan adalah pembangunan Saluran Kabel Bawah Laut Tegangan Menengah (SKLTM) 20 kV dari Sokoi ke Pulau Mendol, Kecamatan Kuala Kampar.
Proyek ini ditargetkan mampu melayani sekitar 2.200 pelanggan dengan pasokan listrik yang stabil selama 24 jam penuh. Kehadiran jaringan kabel bawah laut tersebut diharapkan dapat mengakhiri keterbatasan pasokan listrik yang selama ini dirasakan masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan.
Selama bertahun-tahun, warga Kecamatan Kuala Kampar, khususnya Pulau Mendol, hanya menikmati listrik selama 12 jam per hari. Bahkan, ketika mesin pembangkit diesel (PLTD) mengalami gangguan, listrik kerap padam dan hanya menyala sekitar empat jam. Kondisi tersebut dinilai menghambat aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Upaya pembangunan jaringan kabel bawah laut ini dimulai sejak November 2023 setelah melalui proses perencanaan dan pengajuan perizinan. Pekerjaan fisik dimulai pada Januari 2024, dengan panjang jaringan sekitar 3 kilometer yang berlokasi di Desa Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Kampar.
Bupati Pelalawan, Zukri Misran, menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan proyek tersebut. Ia menilai kehadiran listrik 24 jam akan memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap pembangunan kabel bawah laut ini dapat segera dituntaskan karena akan memberikan dampak sosial dan ekonomi yang besar. Pulau Mendol memiliki potensi luar biasa, baik di sektor pertanian maupun kelautan. Dengan listrik yang stabil, potensi tersebut dapat dioptimalkan,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Dari sisi teknis, Manager PLN Unit Pelaksana Proyek (UP3) Pekanbaru, Wilsriza Wilman, menyampaikan bahwa progres pemasangan kabel bawah laut saat ini telah mencapai sekitar 50 persen. Pengerjaan ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada Mei 2026.
“Progres saat ini sudah mencapai 50 persen dan kami optimistis dapat selesai sesuai target. PLN terus melakukan penyesuaian teknis agar pekerjaan berjalan lancar dan sesuai standar,” katanya.
Hal serupa disampaikan Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Pangkalan Kerinci, Eykel Boy Ginting. Ia menegaskan bahwa setelah pembangunan selesai, masyarakat Pulau Mendol akan menikmati listrik yang lebih andal dan berkelanjutan.
“Setelah jaringan kabel bawah laut terpasang, akan dilanjutkan dengan proses sertifikasi laik operasi. Kami memastikan seluruh instalasi memenuhi standar keselamatan dan keandalan,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga menilai dampak lingkungan dari proyek ini relatif kecil dan telah melalui kajian awal. Koordinasi lintas instansi, termasuk dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, terus dilakukan untuk memastikan proses perizinan dan pelaksanaan berjalan sesuai ketentuan.
Program “Pelalawan Terang” menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dasar, khususnya di wilayah terpencil. Dengan progres yang telah mencapai setengah dari target, masyarakat Pulau Mendol diharapkan segera menikmati layanan listrik tanpa henti, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan kualitas hidup. (ADV)









