• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Bupati Inhil Bertekad Tinggalkan Pola Lama Dalam Pengelolaan APBD

Tim Redaksi by Tim Redaksi
26 Oktober 2017
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), INHIL – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan bertekad untuk segera meninggalkan pola lama dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sesuai dengan instruksi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. 

Pola lama yang dimaksud adalah pembagian dana APBD ke sejumlah dinas sehingga menyebabkan pengelolaan yang tidak terfokus dan terarah.

“Pola lama ini memang sering ditemui dalam pengelolaan APBD, baik oleh Bupati, Wali Kota maupun Gubernur termasuk juga di Kabupaten Inhil. Misalnya, kalau ada anggaran Rp1 triliun di APBD, itu langsung dibagi ke dinas-dinas yang digunakan sebagai sebuah kebijakan dalam politik anggaran,” ujar Bupati seusai pertemuan Bupati dan Wali Kota se – Indonesia bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Selasa (24/10) kemarin.

Senada dengan Presiden, Bupati menilai, penggunaan anggaran seharusnya dialokasikan kepada sesuatu yang memberikan manfaat lebih terhadap masyarakat luas, seperti pembangunan infrastruktur.

Setelah ini, Bupati juga berencana untuk melakukan pendekatan dengan DPRD Inhil agar dapat menyetujui program – program yang diajukan.

“Dengan DPRD selaku mitra strategis Pemkab, harus dilakukan pendekatan – pendekatan persuasif dalam upaya meminta persetujuan atas segala program pembangunan yang diajukan. Saya harap mereka (DPRD Inhil, red) mau dan bisa mengerti,” kata Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo mengimbau para pemimpin daerah untuk memperbanyak program padat karya yang dapat menghasilkan banyak lapangan pekerjaan. Oleh karenanya, Bupati berniat untuk lebih gencar dalam penggalakan program pada sektor perkebunan kelapa rakyat dengan langkah hilirisasi kelapa guna menindaklanjuti instruksi Presiden tersebut. Langkah hilirisasi kelapa dinilai akan mampu menciptakan industri yang padat karya sekaligus menjadi ‘lokomotif’ perekonomian masyarakat dan daerah.

“Pengembangan industri kelapa sebagai industri padat karya, seperti yang kita ketahui bersama telah lama dilakukan di Kabupaten Inhil. Langkah konkret yang kita ambil dalam upaya pengembangan ini, salah satunya dengan cara mendatangkan investor, baik investor domestik maupun investor dari luar negeri,” kata Bupati.

Melalui industrialisasi kelapa oleh para investor nanti, Bupati memprediksi akan tercipta lapangan pekerjaan yang sangat luas, khususnya bagi masyarakat tempatan sehingga kesulitan dalam  mengakses lapangan pekerjaan sebagai sebuah problema klasik akan dapat teratasi.

“Konsepsi ini bukanlah sesuatu yang berlebihan. Ketika sejumlah investor telah menanamkan modalnya untuk pengenbangan industri berbasis kelapa, maka tenaga kerja lokal akan bisa terserap dan berimplikasi pada penurunan tingkat pengangguran karena sektor ini merupakan industri padat karya,” urai Bupati.

Sebelumnya, berkenaan dengan persoalan perekonomian, Presiden berpesan agar para pemimpin daerah memperhatikan pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang ada di daerahnya masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga memberikan apresiasi kepada kepala daerah yang telah berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayahnya. Daerah-daerah itu, antara lain adalah Kabupaten Banggai dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 37 persen, Kabupaten Blora sebesar 23,5 persen, Kabupaten Bojonegoro sebesar 21,9 persen. Ketiga kabupaten ini memiliki pertumbuhan ekonomi karena adanya gas. Sedangkan Kabupaten Morowali sebesar 13,18 persen, disebabkan nikel dan Kabupaten Mimika sebesar 12,8 persen.

“Sering kepala daerah tidak melihat inflasi dari waktu ke waktu. Hati-hati masalah inflasi. Bapak, Ibu boleh senang di Kabupaten Mimika (pertumbuhan ekonomi) 12 persen, tapi kalau inflasinya 15 persen tidak ada artinya. Hati-hati dengan inflasi, terutama yang berkaitan dengan sembako,” terang Presiden.

Sedangkan kabupaten/kota yang  memiliki tingkat inflasi di bawah 10 persen, antara lain Kota Tual sebesar 9,6 persen, Kota Watampone 5,3 persen, Kabupaten Bulukumba 4,6 persen, Kota Singkawang 4,54 persen, Kota Cilegon 4,3 persen. 

“Semuanya sudah di bawah 10, ini bagus,” ucap Presiden. Artinya kepala daerah sudah bisa mengendalikan harga-harga yang ada di daerah masing-masing.

Untuk diketahui, inflasi di Indonesia di tahun 2014 sebesar 8,3 persen, tahun 2015 sebesar 3,3 persen, tahun 2016 sebesar 3,02 persen, artinya terus turun. “Tahun 2017 perkiraan kita mungkin 3,7-3,8 persen, artinya masih di bawah 4 persen,” ucap Presiden. (ADV)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman
Berita Pilihan

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman

...

Read moreDetails
Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Next Post

Hingga 29 November, FoodWorld Bakal Temani Pengunjung Setia Ciputra Seraya Mall

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.