• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Akibat Konsesi Perusahaan, Kerugian Negara Ditaksir 3,2 Triliun

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 September 2014
Share on FacebookShare on Twitter
PEKANBARU – Kasus pengrusakan hutan akibat konsesi perusahaan kayu yang dilakukan Perusahaan Pulp and Paper (RAPP) berimbas besar bagi masyarakat sekitar, seperti hilangnya sumber-sumber kehidupan, termasuk tanah dan kehidupan yang ada didalamnya.
 
Sejauh ini masyarakat memang menggantungkan hidup pada tanah dengan bercocok tanam. Akibat masuknya perusahan perusak lingkungan itu ada banyak potensi ekonomis dari hutan yang akan musnah.
 
Masyarakat tidak lagi bisa berburu atau mengumpulakn madu dari hutan alam. Semua itu dirubah budidayanya. Dan itu milik perusahaan, yang aksesnya terbatas. Masyarakat tidak bisa mengelola hutan lagi. Jadi yang menjadi pokok utama yaitu hilangnya sumber-sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar.
 
Hadirnya perusahaan RAPP sama sekali tidak memberikan perbaikan terhadap perekonomian masyarakat. Jika dulu masyarakat bisa mengelola tanah dan mengambil potensi hutan, kini masyarakat hanya menjadi buruh di perusaan tersebut.
 
Kalau dulu mereka bisa buat sawah, sekarangkan tidak. Mereka hanya menjadi buruh harian saja.

Ditaksir tidak kurang sekitar Rp.3,2 triliun negara merugi akibat konsesi Perusahaan Kertas Pulp and Paper (RAPP). Itu baru kerugian yang bersifat uang belum lagi sumber-sumber lain seperti ekonomi dan lingkungannya.

Itu kalau kita lihat dari hasil analisis satgas mafia hukum keruguan mencapai Rp. 5 ribu triliun dari konsesi 14 perusahaan.

Kerugian negara tidak hanya dari sisi finansial tapi juga merenggut potensi sumber daya alam dan kearifan lokal yang kini sudah mulai hilang. Hasil laporan Jikalahari terkait eksaminasi publik juga banyak kerugian ekologis akibar penebangan hutan.

Sebenarnya kalau tindakan yang sudah dilakukan jelas bahwa penerima dan pemberi izin seharusnya sama-sama diproses secara hukum.

Jikalahari pun terus mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak berhenti mengangkat kasus ini dibagian penyelenggara negara saja. Tapi harus selesai memburu sampai ke Perusahaan RAPP bahwa mereka sama-sama melakukan kejahatan lingkungan dengan cara merusak hutan.

Kasus sengketa lahan yang masih segar soal konflik Pulau Padang dan Perusahaan RAPP misalnya. Dari pihak perusahaan menyatakan bahwa itu sudah selesai. Namun dari hasil pantauan tim dilapangan dapat disimpulkan bahwa RAPP tidak serius dalam menyelesaikan tugas mereka.

Dengan munculnya gejolak baru-baru ini masih ada area masyarakat yang masuk dalam konsesi perusahaan. Jadi penyelesainya yang selama ini dilakukan RAPP hanyalah penyelesaian sepihak saja.

Muslim menegaskan, Informasi yang harus dikejar selanjutnya yaitu soal data apa yang digunakan RAPP. Terbukti data-data itu tidak sama dengan data yang ada dipemerintahan daerah. Sama saja mereka tidak menghargai administrasi yang ada didaerah.

Harapannya tentu, pemerintah daerah juga harus sadar bahwa ini tidak hanya sekedar investasi. Tapi juga pembangkangan terhadap hal-hal kebijakan daerah. Dan jika kebijakan tersebut juga bisa berubah, artinya ini menjadi suatu bukti bahwa pemerintah daerah masih lemah dalam menjalankan peraturan yang ada. (*)

Penulis: Muslim Rasyid, Direktur Utama Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia
Travelling

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

...

Read moreDetails
5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Jumlah Investor Pasar Modal Riau Justru Melonjak di saat IHSG Anjlok, Apa yang Terjadi?

Jumlah Investor Pasar Modal Riau Justru Melonjak di saat IHSG Anjlok, Apa yang Terjadi?

Next Post

HARGA KARET: Rebound Sehari, Pagi Ini Melemah Lagi

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.