• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Imbal hasil terseret pelemahan rupiah

Tim Redaksi by Tim Redaksi
29 Agustus 2014
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, JAKARTA –  Tren melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) ikut menyeret keuntungan reksadana berbasis dollar AS. Ini terlihat dari imbal hasil atau return reksadana dollar AS yang masih lebih rendah dibandingkan indeks masing-masing jenis reksadana.

Reksadana saham berbasis dollar AS milik BNP Paribas Investment Partners bernama BNP Paribas Astro Saham, misalnya, hanya membagikan return 0,38% pada periode 25 Agustus 2014 secara month on month (mom).  Atau produk milik First State Investment Indonesia (FSI) bernama First State Indoequity Opportunities Fund – USD Saham yang berkinerja 0,45%.

Kinerja kedua produk tersebut tertinggal dibandingkan rata-rata return reksadana saham. PT Infovesta Utama mencatat, indeks reksadana saham mencapai 1,75% pada periode yang sama. Sementara itu, pada periode yang sama indeks reksadana campuran 1,23%, pendapatan tetap minus 0,05% dan pasar uang 0,60%. Bandingkan dengan kinerja produk reksadana dollar AS.

Analis Infovesta Utama Viliawati mengatakan, pelemahan rupiah membawa sentimen negatif bagi reksadana dollar AS, terutama untuk jenis reksadana saham, campuran, dan pasar uang. Maklum, nilai aktiva bersih per unit penyertaan (NAB/UP) reksadana tersebut harus dikonversi dan dihitung dalam mata uang dollar AS.

Sedangkan mayoritas aset dasarnya dalam denominasi rupiah. Dus, risiko kurs semakin meningkat seiring melemahnya nilai tukar rupiah.

Sementara reksadana pendapatan tetap memiliki aset dasar  obligasi global terbitan pemerintah. “Sehingga hanya dipengaruhi pergerakan aset dasarnya, tak ada selisih kurs,” kata Viliawati.

Investor perlu mencermati prospek pergerakan rupiah.  Sepanjang tahun ini, kinerja reksadana dollar AS terancam kalah dibandingkan reksadana rupiah. “Selain itu juga perlu memerhatikan prospek kinerja aset dasar reksadananya,” papar dia.

Kurangi porsi saham

Untuk menekan kerugian,  manajer investasi mengurangi porsi saham. Salah satunya PT First State Investments Indonesia, yang mengurangi porsi saham reksadana First State Indoequity Opportunities Fund – USD Saham.

Head of Sales dan Marketing FSI Harsya Prasetyo mengatakan, strategi itu untuk menghindari kerugian akibat fluktuasi pasar modal. “Kami mulai mengurangi bobot saham sejak Juli,” kata Harsya.

Produk tersebut memiliki kebijakan investasi leluasa memutar aset dasar di saham sekitar 80%-100%. Akhir Juli 2014 lalu,  produk ini menurunkan porsi saham hingga 83,75% dari total portofolio. Sekitar 16,25% diputar di pasar uang.  “Porsi saham kami pernah turun ke 83%. Tapi,  sekarang sudah naik menjadi sekitar 85% karena terdapat capital inflow,” kata dia.
Harsya optimistis, pelemahan rupiah hanya berlangsung sementara.  Saat ini, kata dia, nilai tukar rupiah mulai menunjukkan penguatan. Maka, pihaknya berencana menambah porsi saham jadi 95%.

Direktur Panin Asset Management Ridwan Soetedja mengaku, memperbanyak porsi cash untuk meminimalkan risiko kurs pada reksadana kelolaannya, Panin Dana US Dollar.

Reksadana campuran tersebut membagikan return 0,63%,  lebih rendah dibandingkan Infovesta Balanced Fund Index  sebesar 1,23% pada periode sama. “Penurunan return Panin Dana US Dollar juga akibat tren suku bunga tinggi dan inflasi,” kata Ridwan.(kontan)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Putusan Komisi Informasi Provinsi Riau Kontradiktif, Warga Lanjut Gugat ke PTUN

...

Read moreDetails
Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Next Post

Waktu Paling Tepat Berikan Smartphone ke Anak

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.