• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Edisi Khusus Kemerdekaan (Bagian 5): Perlawanan Pasif dan Peristiwa Bendera

Tim Redaksi by Tim Redaksi
19 Agustus 2018
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Genderang sebuah gerakan nasonalisme Melayu di Kerajaan Riau-Lingga sudah ditabuh. Corak perlawanannya passive resistence, menggunakan simbol-simbol boikot dan aksi penolakan yang bersifat halus. Pemerintah Belanda sebut itu perlawanan pasif.

Dalam sebuah buku berjudul: Sejarah Melayu, Ahmad Dahlan menuliskan kalau perlawanan pasif itu kemudian dipopulerkan oleh Mahatma Ghandi di India antara tahun 1916-1948 itu, sesungguhnya sudah dimulai 4 tahun lebih awal di Kerajaan Riau-Lingga.

“Apa yang sudah dilakukan oleh cendikiawan Rusydiyah Club dan Kerajaan Riau-Lingga itu patut dicatat sebagai prestasi gemilang dan harusnya dapat disetarakan dengan perjuangan Ghandi di India pada era sesudahnya,” ujarnya dalam tulisan itu.

Baca: Edisi Khusus Kemerdekaan (Bagian 4): Oposisi Dewan Kerajaan Goyahkan Belanda

Dalam aturan Pemerintah Belanda Kerajaan Riau-Lingga harus mengibarkan bendera Belanda, baik di istana maupun di kapal kerajaan. Peraturan ini keluarkan Belanda karena kerajaan Riau-Lingga diposisikan sebagai daerah pinjaman kepada Sultan mengacu pada penaklukkan negeri Melayu oleh Belanda pada 1784. Ini sesuai dengan isi dalam lampiran surat yang dikirim oleh Residen Riau, Hoogkamer kepada Gubernur Jendral Hindia Belanda, tanggal 30 Agustus 1900.

“Berkaitan dengan masalah keharusan mengibarkan Bendera Belanda ini dapat dengan mudah ditelusuri dalam arsip surat-surat Residen Riau kepada Sultan Kerjaan Riau-Lingga yang tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia di Jakarta,” sambung Dahlan.

“Seperti surat Residen Riau W. C. Hoogkamer kepada Sultan Abdul Rahman (Nomor 1270/i/68, Tanggal 3 Mei 1900). Kemudian surat Residen Riau, W. A. de Kanter kepada Sultan Abdul Rahman (Nomor 3043/177, Tanggal 7 Desember 1904) soal pengibaran bendera Belanda ketika lewat kapal Rusia,” sambungnya.

Sultan dan pihak istana selalu mengingkari peraturan tersebut. Perlawanan pasif ini bahkan sempat menggoyang Raad van Indie karena para cendikiawan di Rusydiyah Club telah menggiring istana untuk melakukan pembangkangan dengan cara tidak menaikkan Bendera Belanda di kapal kerajaan.

“Masalah ini Kemudian dilaporkan oleh Residen Riau A. L. van Hasselt kepada Gubernur Jendral Hindia Belanda di Batavia dengan penyebut bahwa Sultan Abdul Rahman adalah seorang pembangkang yang dikelilingi oleh anggota-anggota verzet party dan berhaluan keras,” tulisnya. (bpc3)

Bersambung ke bagian 6…

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Kuansing

Nenek 75 Tahun Digigit Buaya Saat Cuci Piring di Sungai Kuantan, Luka Korban Dijahit 20 Jahitan

...

Read moreDetails
5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Sandiaga Uno didesak mundir dari gerindra

Sandiaga Uno Borong 9,5 Juta Saham MUTU Senilai Rp999 Juta

Next Post

Perang Guntung (Bagian 4, Habis): Menjalankan Siasat 'Hadiah Sultan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.