• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 31, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Selama April, 28 Orang di Pekanbaru Terserang DBD, 1 Meninggal Dunia

Tim Redaksi by Tim Redaksi
10 Mei 2018
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Selama bulan April 2018, Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mencatat setidaknya 28 orang di Kota Pekanbaru telah terserang Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dari 28 orang yang terserang DBD di Pekanbaru, satu orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia. Dimana satu orang yang meninggal dunia berdomisili di Kecamatan Pekanbaru Kota.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Kota Pekanbaru Gustiyanti, menerangkan jumlah kasus DBD selama April 2018 tersebar di 12 kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru. Dimana Kecamatan Tenayan Raya menjadi penyumbang terbanyak kasus DBD di Pekanbaru selama April.

“Selama bulan April ini, dari 28 kasus DBD di Pekanbaru terbanyak di Kecamatan Tenayan Raya dengan 10 kasus,” terang Gustiyanti kepada bertuahpos.com, Kamis 10 Mei 2018.

Jika ditotal secara keseluruhan, kasus DBD hingga bulan April lalu telah mencapai 100 kasus. Gustiyanti turut menjelaskan, angka 100 kasus hingga April lalu menandakan kasus DBD di Pekanbaru tidak pernah berhenti.

“Dibandingkan dengan Maret yang ada 36 kasus, 28 kasus bulan April jelas mengalami penurunan,” jelas Gustiyanti.

Penurunan juga tercatat jika dibandingkan dengan tahun 2017 lalu. Dimana pada tahun 2017 lalu tercatat ada 277 kasus DBD di Pekanbaru hingga April.

Sementara di tempat terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Zaini Rizaldy Saragih, mengatakan salah satu faktor terus adanya korban DBD dikarenakan saat ini Pekanbaru telah memasuki musim pancaroba.

Namun dirinya mengklaim, beberapa program yang dirancang oleh Diskes Pekanbaru sebenarnya telah mampu menekan angka kasus DBD di Kota Pekanbaru.

“Ada beberapa program yang memang dirancang untuk menekan angka DBD di Kota Pekanbaru, salah satunya ialah program kader jumantik. Dimana di setiap rumah ada satu kader jumantik,” pungkas Zaini.

Berikut jumlah kasus DBD hingga April tahun 2018:
– Kecamatan Sukajadi 6 kasus,
– Kecamatan Senapelan 4 kasus,
– Kecamatan Pekanbaru Kota 6 kasus,
– Kecamatan Rumbai Pesisir 4 kasus,
– Kecamatan Rumbai 2 kasus,
– Kecamatan Limapuluh 4 kasus,
– Kecamatan Sail 2 kasus,
– Kecamatan Bukit Raya 9 kasus,
– Kecamatan Marpoyan Damai 10 kasus,
– Kecamatan Tenayan Raya 20 kasus,
– Kecamatan Tampan 20 kasus,
– Kecamatan Payung Sekaki 13 kasus. (bpc9)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman
Berita Pilihan

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman

...

Read moreDetails
Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Next Post

Terkait Pernyataan Said Aqil, MUI Pekanbaru: Jenggot Itu Sunah!

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.