• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Mengintip Keseharian Nasir, Sang Pemecah Batu Alam di Kampar

Tim Redaksi by Tim Redaksi
18 September 2017
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Panasnya terik matahari tak dihiraukan Nasir dan Yursal untuk melakukan rutinitas pekerjaannya. Pukulan demi pukulan dihantamkan, tak peduli seberapa tenaga dikeluarkan demi sesuap nasi, seiring dengan peluh yang menetes di wajahnya. Pemandangan itu terlihat pada Minggu 17 September 2017.

Yusral sedikit demi sedikit mengikis batu gunung di samping bendungan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air). Dengan menggunakan dua alat saling berfungsi. Palu besi seberat lima kilogram dan pemahat baja seberat satu kilogram.

Kedua alat itu saling berfungsi seperti semestinya, jika salah satu bagian alat tidak ada maka sulit untuk mendapatkan batu gunung. Nasir  bersama teman-temannya sudah hampir tiga tahun menggeluti pekerjaan mencari batu gunung ini.

Banyak hiruk pikuk yang dialaminya. Pernah pemerintah melarang pekerjaan mereka karena dianggap ilegal namun apalah Nasir beserta kawan-kawan masih tetap bersikeras untuk tetap bekerja, mereka tahu pekerjaan ini salah, namun hanya ini yang mereka miliki.

BACA JUGA:
Kuliah Sambil Kerja, Juan Pranata: Tidak Mau Menambah Beban Orang Tua
Syamsuar: Kami Mendengar Suara Masyarakat untuk Perubahan
Ribuan Calon CPNS Kemenkum HAM Riau Tingkat SLTA Lakukan Tes Tinggi Badan

“Jika kami diberi kebun untuk bertani kami akan meninggalkan pekerjaan ini,” ucap Nasir.

Nasir berasal dari Kuok, Bangkinang Barat. Dia memiliki tiga orang anak yang masih duduk dibangku sekolah, anak pertama duduk dibangku SMK, anak kedua SMP, dan yang terakhir duduk dibangku Sekolah Dasar SD. 

Dia harus menghidupi ketiga orang anaknya itu. Sudah sekian kali Nasir dan kawan-kawannya diliput oleh media lokal karena pekerjaannya, tentang pemerintah melarang mereka bekerja.

“Seperti apapun pemerintah melarang kami, kami tetap bekerja di sini karena cuma ini satu-satunya pekerjaan kami,” tegas Nasir.

pekerjaan Nasir dan kawan-kawannya sungguh berat. Tantangannya nyawa, apa jadinya jika batu gunung itu longsor menimpa mereka. Rasa penat dan letih sudah biasa demi sesuap nasi dan menghidupi istri dan anak-anaknya di rumah.

“Sekarang pelanggan semakin sepi, tidak banyak lagi yang memesan batu padanya, harga perkubiknya dijual Rp 100 ribu. Kadang laku perhari. Kadang laku perbulan,” katanya.

Batu tersebut digunakan masyarakat untuk membangun pondasi rumah, membuat jalan ke arah kebun sawit dan banyak bangunan lainnya.

Yuni salah seorang warga yang tinggal di kawasan itu takut kalau lereng bukit itu longsor. “Saya khawatir jika hujan deras akan terjadi longsor dan membuat jalan rusak nantinya. Kami merasa was-was mendirikan rumah di sini tanpa disadari takut terjadi longsor, mereka sempat dilarang oleh pemerintah namun masih tetap bekerja disana,” pungkasnya. (mg2)

Foto: Pemecah batu alam di Kampar/mg2

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman
Berita Pilihan

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman

...

Read moreDetails
Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Next Post

Andi Rahman Merapat ke Demokrat

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.