• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

KENAIKAN HARGA BBM: Pemerintah Baru Mesti Pilih Timing Tepat

Tim Redaksi by Tim Redaksi
11 Juli 2014
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, JAKARTA – Setelah adanya keengganan pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi tahun ini, imbauan dari berbagai kalangan, termasuk otoritas moneter pada pemerintah baru nantinya agar menaikkan harga BBM terus bermunculan.

Langkah tersebut dimaksudkan agar defisit APBN terkendali dan defisit transaksi berjalan menyempit.

Walaupun demikian, Direktur LPEM Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia I Kadek Dian Sutrisna Artha mengatakan pemerintah baru harus memilih momentum yang tepat saat mengambil langkah tersebut agar tidak terjadi kenaikan laju inflasi layaknya pada 2013 lalu. Realisasi laju inflasi 2013 sebesar 8,38% meleset dari asumsi dalam APBN 2013 sebesar 7,2%.

“Sebenarnya dari beberapa penelitian, kenaikan harga BBM tidak memberikan dampak yang signifikan pada inflasi, sekitar 5%. Namun, timing-nya enggak tepat, barengan dengan hari raya dan liburan sekolah di saat demand tinggi,” ujarnya Kamis, (10/7/2014).

Pemerintah dalam tanggapannya terhadap pandangan fraksi-fraksi DPR mengenai RUU tentang pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBN 2013 saat rapat paripurna dengan DPR (8/7/2014) menyatakan peningkatan laju inflasi tidak terlepas dari beberapa faktor geopolitik di global yang mengganggu pasokan energi di pasar internasional.

Kondisi tersebut turut mengganggu komoditas minyak dalam negeri karena Indonesia merupakan negara pengimpor minyak sejak 2004. Dampak dari kondisi itu, pemerintah mengambil kebijakan reformasi di bidang energi yakni penyesuaian tarif listrik dan kenaikan harga BBM.

Kenaikan tarif listrik  dilakukan secara bertahap setiap triwulan mulai 1 Januari 2013 untuk golongan di atas 900VA den kenaikan tarif listrik sektor industri rata-rata sekitar 4,3%. Sementara, kenaikan harga jual BBM bersubdisi rata-rata 33,3% pada 22 Juni 2013. Nyatanya, kenaikan harga jual BBM bersubsidi itulah yang mendorong naik laju inflasi hingga mencapai double digit.

Kadek mengatakan jika kenaikan BBM dilakukan pada waktu yang tepat seperti April yang secara musiman mencatatkan deflasi, dampaknya tidak terlalu signifikan. Namun demikian, pemerintah dengan Bank Indonesia harus bisa memastikan nilai tukar rupiah dalam kondisi aman. “Sumbangan andil dari nilai tukar rupiah itu bisa sampai 30%.

Seperti diketahui, fluktuasi nilai tukar rupiah masih terjadi. Setelah sempat bertengger pada Rp12.103 per dolar AS pada dua pekan lalu, kurs tengah rupiah yang dipatok Bank Indonesia mulai menunjukkan penguatan hingga kemarin (10/7/2014) berada di Rp11.549 per dolar AS.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati juga mengimbau agar pemerintah baru dapat memilih waktu yang tepat saat akan menaikkan harga subdisi BBM. Selain belajar dari tahun lalu yang betepatan dengan meningkatnya konsumsi masyarakat di hari raya dan pergantian tahun ajaran baru, pembahasan seharusnya bisa lebih cepat.

“Pembahasan berlarut-larut memunculkan first and second effect yakni dengan munculnya ekspektasi yang bermacam-macam secara psikologis,” tuturnya.

Enny juga mengatakan harus ada antisipasi yang matang sebelum mengambil langkah kebijakan kenaikan harga BBM. Antisipasi bisa dilakukan dengan menyediakan pasokan energi alternatif baru, sehingga permintaan pada bbm bersubsidi akan menurun.(Bisnis)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Rekomendasi Serum Wardah untuk Kulit Kering dan Kusam, Auto Flawless!
Lifestyle

Rekomendasi Serum Wardah untuk Kulit Kering dan Kusam, Auto Flawless!

...

Read moreDetails
New Balance Kenalkan 5 Model Sepatu Lari di Indonesia Lewat Run Your Way

New Balance Kenalkan 5 Model Sepatu Lari di Indonesia Lewat Run Your Way

Honor Pad X10 Mini, Bawa Baterai 8000 mAh dan Chipset Snapdragon 685, Segini Harganya

Honor Pad X10 Mini, Bawa Baterai 8000 mAh dan Chipset Snapdragon 685, Segini Harganya

Yamaha XSR900 Model 2027 Hadir dengan Gaya Retro YZF750R

Yamaha XSR900 Model 2027 Hadir dengan Gaya Retro YZF750R

Hyundai Kona Electric Resmi Mengaspal di Indonesia Dibanderol Harga Rp674 Jutaan

Hyundai Kona Electric Resmi Mengaspal di Indonesia Dibanderol Harga Rp674 Jutaan

Usia 18-25 Tahun Dominasi Investor Pasar Modal Riau

Usia 18-25 Tahun Dominasi Investor Pasar Modal Riau

Next Post

Tips Membeli Takjil untuk Berbuka Puasa

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.