• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, November 2, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

HUT RI 72, Ketika Riau Dijajah Jepang, 20 Ribu Jiwa Melayang

Tim Redaksi by Tim Redaksi
16 Agustus 2017
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Tahun 1942 pasca takluknya Belanda oleh penjajahan Jepang, rakyat Indonesia berharap ada perubahan baru ke arah lebih baik. Namun itu tidak terjadi. Jepang lebih kejam menjajah Tanah Air. 

“Ketika itu, Riau menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam dudukan penjajahan Jepang,” kata Sekretaris Umum Dewan Harian Daerah (DPD) Kejuangan 45, Rustam Effendi kepada bertuahpos.com, Rabu (16/8/2017). 

Misi pertama penjajahan Jepang ketika itu membangun rel kereta api dari Dumai ke Muara Sijunjung. Tapi baru terealisasi dari Kota Pekanbaru ke arah Muara Sijunjung dengan panjang lintasan 220 kilometer. Dari 120 kilometer itu, ada 180 kilometer sudah dibangun dari Pekanbaru ke daerah Lubuk Jambi. 

Dia mengisahkan tenaga kerja yang dilibatkan dalam pengerjaan proyek itu, sekitar 400 ribu jiwa lebih. 20 ribu jiwa di antaranya mati secara kurus karena tidak diberi makan (kerja paksa atau romusha). 

“Ada orang dari Jawa, Aceh, Sumatera, semuanya diangkut Jepang untuk melaksanakan penyelesaian proyek rel kereta api itu. Ide Jepang ini bagus. Karena mereka akan menemukan Pelabuhan Teluk Bayur dan Dumai,” tambahnya Rustam. 

Jika itu berhasil, maka bertemulah jalur Samudera Hindia dengan Selat Malaka, sebagai akses perekonomian. “Tapi tuhan tidak mengizinkan. Karena pada 1945, Hirosima dan Nagasaki diluluhlantahkan,” ujarnya. “Menyerah lah Jepang.”

Pasca itu, menjadi masa yang paling genting bagi penjajahan Jepang. Riau ikut mengambil bagian dari momentum itu, dengan melakukan pengibaran bendera Merah Putih kemudian kembali berperang dengan Tentara Belanda. 

Sedikitnya ada 30 lebih lokasi yang jadi medan perang di Riau ini. Salah satunya di depan Rumah Dinas Walikota Pekanbaru yang kini menjadi RTH. Perang di lokasi ini karena pengibaran Merah Putih pertama di Pekanbaru. “Apa yang ada sekarang? Cuma batu teonggok saja di situ,” sebut Rustam. 

Baca: HUT RI 72, Inilah ‘Kado’ Untuk Riau dari Kaum Kejuangan 45

Kemudian pejuang menurunkan bendera Belanda di hotel milik Penjajahan Belanda di Jalan A Yani, Pekanbaru (sekarang Pasar Kodim). Hotel itu juga pernah dijadikan sebagai tempat pertemuan pemuda pertama kalinya dalam kongres pemuda setelah namanya diganti menjadi Hotel Merdeka. 

Selain itu, lokasi lain yang menjadi medan perang di Pekanbaru yakni Bandar Udara Simpang Tiga merekam sebuah insiden peperangan. Dimana pemuda pejuang Riau menembak jatuh pesawat Belanda. “Di Pekanbaru ini saja ada 5 medan perang,” tambahnya.

Perjalanan Riau dalam merebut kemerdekaan RI memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Selain itu, tidak sedikit pejuang asal Riau gugur di medan perang. Hal ini seharusnya menjadi penanda bahwa masyarakat Riau patut berbangga. 

Namun hal itu sepertinya hanya sebatas harapan semata. Sebab di era ini, ada banyak generasi muda di Riau abai dengan peristiwa bersejarah. Termasuk perhatian dari Pemprov Riau sendiri. (bpc3)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Universitas Riau Perkuat Daya Saing Lulusan melalui LSP P1, Siapkan 6 Skema Sertifikasi Profesi
Regional

Universitas Riau Perkuat Daya Saing Lulusan melalui LSP P1, Siapkan 6 Skema Sertifikasi Profesi

...

Read moreDetails
Inflasi Riau Oktober 2026 Naik, Andil Tertinggi Justru dari Kelompok Transportasi

Inflasi Riau Oktober 2026 Naik, Andil Tertinggi Justru dari Kelompok Transportasi

Daratan Membulat, Lautan Justru Bikin Bentuk Bumi Semakin Pipih

Daratan Membulat, Lautan Justru Bikin Bentuk Bumi Semakin Pipih

Perbedaan BPNT dan BLT Kesra, Besaran dan Cara Mengeceknya

Perbedaan BPNT dan BLT Kesra, Besaran dan Cara Mengeceknya

5 Wisata Kuliner Malam di Pekanbaru, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Tahun 1978

5 Wisata Kuliner Malam di Pekanbaru, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Tahun 1978

Ini 3 Pilihan Merek Susu Oat Terbaik yang Lezat dan Kaya Nutrisi

Ini 3 Pilihan Merek Susu Oat Terbaik yang Lezat dan Kaya Nutrisi

Next Post

Inilah Dokumen Negara yang Dicuri Oknum PNS di Rohil

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.