• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Kakek 89 Tahun Ini Wartawan Tertua di Piala Dunia

Tim Redaksi by Tim Redaksi
24 Juni 2014
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, — Wajahnya keriput. Semua rambutnya sudah memutih. Namun, matanya masih bersemangat menyaksikan pertandingan di balik kacamata yang tebal. Pemikirannya kemudian dituangkan dengan pensil di sebuah kertas.

Demikian gambaran kegiatan Hiroshi Kagawa yang merupakan wartawan asal Jepang saat meliput Piala Dunia 2014. Dengan usia 89 tahun, ia menjadi wartawan tertua di Brasil.

“Pertama saya meliput di Olympiastadion di Muenchen, Piala Dunia 1974. Sangat jelas dalam pikiran saya. Johan Cruyff mengenakan oranye dan Franz Beckenbauer putih. Aku merasa bersemangat,” kata Kagawa.

Piala Dunia 1974 merupakan turnamen pertama bagi Kagawa sebagai jurnalis. Dia sudah sembilan kali berturut-turut meliput Piala Dunia. Dia sempat absen Piala Dunia 2010 karena kesehatannya yang memburuk. Namun, dia kembali untuk meliput Piala Dunia 2014 yang merupakan turnamen yang ke-10 baginya.

Pria kelahiran Kobe tahun 1942 tersebut merupakan pemain dan sempat dipanggil untuk membela dinas militer pada 1944, jelang berakhirnya Perang Dunia II. Kagawa juga sempat dilatih menerbangkan pesawat sebagai pilot Kamikaze. “Saya orang yang sangat beruntung bisa melarikan diri,” katanya.

Setelah bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Kagawa kembali berkecimpung dalam sepak bola. Ia yakin sepak bola bisa menyembuhkan Jepang yang sudah hancur.

“Sepak bola adalah sesuatu positif di dunia dan bisa membantu Jepang. Saya ingin Jepang bergabung dengan tim-tim dunia dan menjadi bagian dari dunia yang lebih besar dari sepak bola,” akunya.

Kagawa menemui kendala untuk mewujudkan keinginannya. Pascaperang, Jepang didominasi oleh bisbol yang diimpor oleh Amerika.

“Peminat sepak bola sangat rendah, di bawah bisbol, dan bahkan rugbi. Banyak yang percaya bahwa kami orang Jepang terlalu kecil untul bermain sepak bola. Ada banyak pesimisme,” tutur Kagawa yang kemudian menulis untuk koran Sankei Shimbun di Osaka, sebelum menjadi Managing Editor Sankei Sports.

Dia memulai perjalanannya, pertama di Asia, dan kemudian ke luar negeri untuk “mengejar”  cerita. Saat tiba di Jerman Barat pada 1974, itu adalah puncak dari perjalanannya dan awal dari perjalanannya. “Pertandingan ini adalah asal-usul sepak bola modern,” kata Kagawa.

Sepak bola Jepang kemudian telah berkembang berkat berita-berita, hasratnya, keinginannya untuk menerangi dan meneruskan kebajikan sepak bola sebagai permainan dunia.

Dia menjadi saksi saat Jepang lolos pada Piala Dunia 1998. “Kebanggaan saya lebih besar daripada yang Anda bayangkan,” kenangnya.

Wartawan tua yang saat ini sebagai freelance telah melihat negaranya sebagai kebanggaan Asia. Memproduksi superstar dunia seperti Hidetoshi Nakata, yang sejenius Kazu Miura. Pemain Jepang pun fitur di klub besar dan klub terbaik di Eropa. Jepang juga pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia.

Kagawa akhirnya bisa melihat Jepang menjadi bagian dari struktur dunia sepak bola. Namun, Jepang terancam gagal lolos ke 16 besar Piala Dunia 2014. Samurai Biru hanya mengoleksi satu poin dari dua pertandingan. Mereka harus mengalahkan Kolombia dengan skor besar pada pertandingan terakhir, sambil mengharapkan Pantai Gading imbang dengan Yunani.(Kompas)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Putusan Komisi Informasi Provinsi Riau Kontradiktif, Warga Lanjut Gugat ke PTUN

...

Read moreDetails
Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Next Post

Rupiah Bergerak Turun Terbatas; Gejolak Eksternal Masih Dominan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.