• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Rel Kereta Api di Riau, Ide Belanda yang Eksekusi Jepang

Tim Redaksi by Tim Redaksi
31 Desember 2016
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Sebelum Perang Dunia II hadir, Kolonial Belanda yang ketika itu menjajah tanah air pada awal tahun 1920-an, sudah disusun rencana pembangunan rel kereta api yang menghubungkan pantai timur dan pantai barat Sumatera. Jika rancangan ini berhasil, maka akan menghubungkan seluruh pulau Sumatera. 

Transportasi itu akan dipergunakan untuk mengangkut hasil hasil tambang batu bara dari Sawah Lunto Sumatra Barat. Dalam master plan yang sudah disusun oleh Pemerintah Belanda, hasil sumber daya alam itu tidak diangkut melalui Samudra Hindia.

Belanda tahu, akan ada peperangan akan dihadapi jika tetap mengangkut melalui jalur ini. Dalam dokumen Staatsspoorwegen nomor 19 tahun 1927, Pemerintah pusat di Belanda belum tertarik untuk menindaklanjuti rencana ini.

Tahun 1920, Nederlands Indische Staatsspoorwegen (NIS), perusahaan Negara Kereta Api Hindia Belanda melanjutkan kembali penjajakan rencana yang sudah disusun itu. Nivel ditunjuk untuk melakukan kajian lebih jauh kemungkinan dibangunnya jalur kereta api ke pantai timur Sumatera. Dalam laporannya dituliskan hasil penelitian dan pedoman teknis pembangunan jalur ini.

Hasil kajian tersebut ternyata belum membuahkan hasil yang maksimal. Rencana pembangunan jalur kereta api Muaro ke Pekanbaru ditunda lagi. Pertimbangannya bahwa eksploitasi jalur KA ke arah Pekanbaru sebagian besar hanya mengandalkan Batubara.

Dalam perhitungannya, biaya pembangunan tidak sebanding dengan keuntungan dari eksploitasi. Medan yang ditempuh cukup berat. Banyak terowongan, hutan, sungai, dan butuh banyak jembatan, termasuk serangan nyamuk malaria yang dapat membuat biaya pembangunan membengkak. Karena belum dianggap layak, rencana itu akhirnya tersimpan saja di arsip NIS.

Baca: Si Hitam yang Berdiri Sendiri

Tahun 1942, Pemerintah Jepang berhasil merebut kekuasaan. Rencana pembangunan rel kereta api tidak bisa dirahasiakan. Tentu saja plan ini menjadi solusi dari masalah yang dihadapi Jepang ketika itu. Pembangunan jalan rel yang menghubungkan Sumatera Barat dan pantai timur Sumatera akan membuat jalur transportasi yang menghindari Padang dan Samudera Hindia yang dijaga ketat kapal perang Sekutu. 

Hadirnya transportasi kereta api itu akan memperluas jaringan Staatsspoorwegen de Sumatra’s Weskust (SSS) sepanjang 215 km ke pelabuhan Pekanbaru. Dari sana melalui Sungai Siak akan mudah mencapai Selat Melaka. Dalam pengerjaan jalur kereta api Pekanbaru-Muaro ini menggunakan ribuan para pekerja atau yang dikenal dengan istilah romusha. Jepang ternyata tidak hanya menggunakan tenaga asal rakyat Indoensia, melainkan para tawanan yang berasal dari negara lain. seperti Belanda, Inggris, Australia, Amerika dan Selandia Baru. Jalur ini dikerjakan antara bulan September 1943 sampai dengan Agustus 1945.

Menurut laporan Palang Merah Internasional, sekitar 80.000 dari 102.300 orang romusha yang didatangkan dari Jawa meninggal dan sekitar 700 orang tawanan perang Eropa juga tewas. Diperkirakan sekitar 10.000 romusha  dikuburkan sepanjang jalan rel di tengah belantara Sumatera, meski tidak akan ada yang tahu jumlah pastinya. 

Onggokan besi tua lokomotif itu, kini bisa di saksikan langsung di Jalan Kaharuddin Nasution, Kecamatan marpoyan Damai, Pekanbaru. Memang tidak banyak yang tahu ternyata onggokan besi tua itu ternyata banyak menyimpan cerita peradaban di tanah Melayu Riau. Menjadi saksi bisu atas kepiluan rakyat Indonesia di zaman romusha.

(bbs/Melba)

Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Putusan Komisi Informasi Provinsi Riau Kontradiktif, Warga Lanjut Gugat ke PTUN

...

Read moreDetails
Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Next Post

Lowongan Kerja di Perfect E-Sport

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.