BERTUAHPOS.COMÂ (BPC), PEKANBARUÂ – Kabar ajakan menarik uang secara besar-besaran pada 25 November mendatang dapat perhatian serius berbagai pihak. Terutama di Pekanbaru sebagai Ibu Kota Provinsi Riau dan pusat perdagangan dan jasa, dikhawatirkan dapat menganggu kestabilitas ekonomi lokal.
Seperti yang disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru, M Noer kepada kru bertuahpos.com. “Sampai detik ini belum (rush money), kita belum diajak duduk membahas ini sama BI (Bank Indonesia). Tapi intinya kita tidak inginkan itu terjadi,†sebutnya, Selasa (22/11/2016).
M Noer menyampaikan rush money lebih kepada isu semata. Dirinya percaya masyarakat yang cerdas tidak bakal mudah terpengaruh atas kabar burung tersebut. “Kita di Kota Pekanbaru tidak terlalu berpengaruh isu itu. Berbeda dengan daerah yang rawan konflik seperti Jakarta atau Medan mungkin ada berdampak,†sebutnya.
M Noer mengajak kepada seluruh pihak agar bisa menjaga ketenangan negara republik Indonesia. “ Kita inginkan rush money tidak terjadi. Istilahnya Biarlah negara ini sejuk,†himbaunya. Â
Bank Indonesia (BI) mengkhawatirkan kondisi perbankan di Riau akan terganggu kestabilannya jika masyarakat ternakan isu rush money, atau penarikan jumlah uang dalam skala besar.
Sebelumnya Kepala BI Kantor Perwakilan Riau, Ismet Inono isu rush money tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab jika benar terjadi kondisi perbankan dan ekonomi di Riau bisa goyah.
“Tapi dengan beredarnya isu rush money, apalagi sempat masyarakat melakukan itu, maka bisa anjlok kembali. Perbankan kita akan kembali krisis, termasuk pertumbuban ekonomi di Riau akan sangat terpuruk,” sebut Ismet.
Dia menambahkan, untuk saat ini kondisi kondisi perbankan di Riau untuk saat ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi perbankan ditahun-tahun sebelumnya. Hal itu bisa dilihat dari likuiditas dan permodalan yang cukup berkembang.
Sejauh ini, upaya yang bisa dilakukan BI di Riau, yakni dengan memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat supaya tidak terpengaruh dengan isu-isu tidak jelas. Kabar seperti ini, menurut Ismet jelas dilakukan oleh sekelompok orang yang ingin ekonomi negara terpuruk.
“Bank Indonesia akan monitor dan edukasi kepada masyarakat dan perbankan agar terhindar dari isu-isu yang disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab,” tambahnya.
Penulis:Â Riki









