BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) harus bisa lebih menonjol untuk mengambil peran dalam mengatasi masalah tingginya harga sembako dipasaran.
Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Riau, Â Ismet Inono mengatakan, masalah tinggginya harga sembako dipasaran acap kali membuat pusing pemerintah. TPID harus diberi peran lebih dan harus aktif dalam melakukan pengawasannya di lapangan.
“TPID ini yang seharusnya memang lebih menonjol. Masalahnya masing-masing daerah punya problem yang berbeda-beda. Terutama dalam masalah intervensi pasar,” katanya, Senin (01/11/2016).
Dia menambahkan, dibeberapa daerah ada yang menggunakan dana emergency untuk melakukan intervensi pasar, agar sejumlah harga kebutuhan pokok rumah tangga tersebut bisa ditekan demi memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sementara dibeberapa daerah lainnya malah hanya ada yang melakukan kegiatan sebatas himbauan saja. Kebijakan seperti ini dianggap tidak efektif, meski para pedagang sadar bahwa tingginya harga sembako akan sangat berdampak terhadap penurunan daya beli masyarakat.
Kebijakan seperti ini sangat memungkinkan untuk diterapkan di Provinsi Riau. TPID Riau harus mengambil peran aktif  melakukan kerjasama dengan pengusaha atau pihak penyuplai untuk menggalakkan kegiatan jual beli dalam bentuk pasar murah program pemerintah.
” Untuk masalah sembako ini, belum ada keseragaman harga. Ini juga menjadi masalah yang harusnya bisa dipikirkan jalan keluarnya,” sambung Ismet.
Penulis: Melba









