BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU- Masyarakat dihebohkan dengan adanya Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang katanya bisa menggandakan uang. terlebih lagi pengikutnya bukan hanya orang awam melainkan pejabat, hingga orang yang titel akademik yang tinggi.
Meski pada akhirnya Pembina padepokan tersebut yakni Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi ditetapkan sebagai tersangka penipuan. Para santri masih bertahan di tenda-tenda padepokan menanti pembinanya pulang.
Â
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau, Prof Nazir Karim meminta aparat hukum betul-betul menyelidiki praktek dari padepokan tersebut. “Harus diteliti betul-betul, jangan-jangan cabang atau pengikutnya ada di Riau,” sebutnya, Senin (03/10/2016).
Prof Nazir juga meminta supaya kaum ulama senantiasa memberikan pencerahan kepada masyarakat agar tidak tergiur dengan janji-janji seperti bisa melipat gandakan uang. “Iya, kita minta dalam dakwah para da’i kita senantiasa menghimbau warga untuk tidak gampang terbujuk sama yang begitu. Bisa gandakan uang dan sebagainya, itukan sama dengan klenik, pakai bantuan jin,” tuturnya.
Tentang ritual-ritual yang diajarkan pada padepokan tersebut Prof Nazir, agar tidak dituruti. “Kalau tidak sesuai dengan ajaran Islam itu melenceng. Jangan diikuti,” himbau mantan Rektor UIN Suska dua periode ini.
Seperti diketahui pihak kepolisian telah menetapkan Dimas Kanjeng sebagai tersangka dugaan penipuan. Setelah sebelumnya Dimas Kanjeng ditangkap di padepokan atas dugaan pembunuhan dua santrinya.
Penulis: Riki









