• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Selasa, November 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Petani Sawah Siak Pilih Jual Hasil Padinya ke Tengkulak, Ini Sebabnya

by
1 Agustus 2016
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), SIAK – Masyarakat kampung jaya baru kecamatan Bunga raya Siak, yang mayoritasnya petani sawah  memilih menjual hasil sawahnya ke tengkulak dibandingkan menjual ke bulog. Pasalnya harga bulog yang ditawarkan lebih rendah dari harga yang tengkulak tawarkan.

Kukuh Ariyanto (34), seorang warga yang memiliki lahan sawah seluas 1 hektar ini, memilih menjual ke tengkulak sebab dari harga yang ditawarkan bulog dianggap murah.

“Hasil panen kami jualnya ketengkulak mbak, soalnya harga bisa Rp 3.900 sampai Rp 4.000 perkilonya, beda sama bulog,”ujarnya kepada kru bertuahpos minggu (31/7/2016).

Dalam sekali panen dirinya pun dapat menghasilkan rata-rata 7 ton per enam bulan. Setelah panen gabah basah yang dijual ketengkulak dengan harga Rp 3900-4000 sedangkan bulog hanya berani Rp 3.700, hal inilah yang membuat petani memilih menjual hasil padanya ketengkulak.

Hal senada juga diungkapkan Sukri (37), Bapak dua anak yang memiliki setengah hektar lahan sawah ini, lebih memilih menjual hasil padinya ke tengkulak ketimbang bulog, “Kalo dijual ke bulog harganya engga sebanding mbak, bulog cuma berani kasih harga Rp 3.700, sedangkan tengkulak Rp 3.900 sampai Rp 4.000,”katanya.

Pendapatan yang harus ia dapat pun perenam bulan, jika ia menjual melalui bulog kebutuhan sehari-harinya tidak tercukupi. Sukri yang mengenakan jaket motor berwarna hitam dan memakai sendal jepit pun bercerita, dengan memiliki sawah seluas setengah hektar untuk menghidupi keluarganya, tentunya tidak akan cukup, ia harus mencari pekerjaan tambahan untuk memenuhi keperluan rumah dan biaya sekolah anaknya yang masih SD.

“Punya lahan sawah setengah mbak, kalau cuma berharap dari bersawah saja enggak cukup, jadi saya cari kerja tambahan jadi kuli bangunan,”sebutnya.

Sedangkan untuk membeli modal pada penanaman padi, dirinya harus dengan bijak menyisakan uang hasil panennya.

Selain itu harga beras yang tidak menentupun menjadi pertimbangan para petani memilih menjual ketengkulak, “Harga beras juga kan naik turun, sedangkan bulog disaat harga beras naik dia tetap kasih harga rendah, berani kasih harga hanya Rp 3.700, otomatis kami pilih menjualnya ketengkulak,”sambung Kukuh.

Sembari menceritakan kerugian dan keuntungan dari penjualan melalui tengkulak dan bulog pun ia mengatakan kerugian akan didapat jika menjual melalui bulog,

“Kita hitung-hitung mbak Basah 36/47 kering 47/48, Persatu kwintal gabah basah kalau dihitung pertonnya mengalami kerugian persatu tonnya , itu makanya petani tidak mau,”sebut kukuh sambil memencet-mencet kalkulator yang ada di mejanya.

Selanjutnya kukuh mengatakan, pihak bulog juga pernah menawarkan agar kami menjualnya ke bulog, tapi karena harga rendah petani memilih ke tengkulak.

“Mereka pernah menawarkan dengan harga yang rendah, Rp 3600 untuk yang basah, sedangkan Rp 5000 untuk yang kering, beda 200 rupiah saja misalnya, kami petani ya tetap memilih jual ke tengkulak,”katanya.

Mereka pun berharap, agar bulog dapat memberikan harga yang standar untuk para produksi petani, sebab selain menjual dibulog ini dapat memudahkan masyarakat bulog juga dapat menampung berapapun jumlah yang petani hasilkan,

“Harapannya bulog bisa beri harga yang standar jangan dibawah standar, menjual dibulog juga terbilang memudahkan sebab bulog kan bisa menampung berapapun jumlahnya,”tutupnya.

Penulis : Ely

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Berita Terkait

Luas Lahan Pertanian Organik Naik 24% Sejak 2020
Lingkungan

Luas Lahan Pertanian Organik Naik 24% Sejak 2020

...

Read moreDetails
5 Greek Yoghurt Terbaik dengan Citarasa Lezat dan Kaya Nutrisi

5 Greek Yogurt Terbaik dengan Citarasa Lezat dan Kaya akan Manfaat Nutrisi

Motor Metic Irit Honda Vario Evo 160 Cocok untuk Perjalanan Jauh

Motor Metic Irit Honda Vario Evo 160 Cocok untuk Perjalanan Jauh

Desain dan Teknologi Triumph Tiger 1200 GT 2027 Berubah Total, Cek Selengkapnya

Desain dan Teknologi Triumph Tiger 1200 GT 2027 Berubah Total, Cek Selengkapnya

Inilah 3 HP Vivo Terbaru 2026 Lengkap dengan Harganya, Spesifikasi Semakin Canggih

Inilah 3 HP Vivo Terbaru 2026 Lengkap dengan Harganya, Spesifikasi Semakin Canggih

Petualang Inggris Karl Bushby Akhiri Perjalanan 28 Tahun

Petualang Inggris Karl Bushby Akhiri Perjalanan 28 Tahun

Next Post

Hanya Booth Unik dan Susu Murni, MooNyusu Pekanbaru Raup Omzet Rp 1,5 Rupiah

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.