• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 31, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Catat, Bergadang Salah Satu Alternatif Petani Sawit untuk Bertahan

by
6 Juni 2016
Share on FacebookShare on Twitter

BERUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Masyarakat Riau yang menggantungkan hidupnya dengan bertani sawit tidak bisa terus-terusan diandalkan untuk menopang perekonomian keluarga. Berdagang atau beralih pada komuditi lain, menjadi salah satu alternatif bagi petani sawit di Riau untuk terus bisa bertahan. Sebab harga sawit yang kini berada di atas harga Rp1.000, sewaktu-waktu bisa saja berubah.

“Makanya sawit itu tidak bisa terus-terusan diandalkan untuk menopang ekonomi keluarga petani. Mengingat harganya kapan saja bisa anjlok,” ujar Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Riau, Ismet Inono kepada bertuahpos.com, Senin (06/06/2016).

Dia menambahkan untuk sementara ini memang harga sawit di atas Rp1.000. Dengan kata lain harga itu sudah jauh dari kata cukup bagi petani sawit, ketimbang anjlok pada tahun lalu. Menurut dia, pada saat harga komuditi itu anjlok tahun 2015 lalu, masyarakat tidak punya kemampuan untuk melakukan replanting atau peremajaan.

Sehingga, perusahaan penampung mengalami kekurangan bahan baku. Sebab itulah harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit kembali bangkait, bahkan pernya menyentuh di harga Rp2.000 untuk tahun ini.

Namun demikian, para petani sawit tidak bisa terus-terusan berharap dengan hal seperti itu. Sebab kapan saja harga komuditi ini akan anjlok kembali. Alternatif lain yang harus dilakukan petani, yakni menipang ekonomi keuarga dengan cara mencari peluang usaha lain. Misalnya dengan berdagang, atau menambah komuditi lain, seperti tanam padi.

“Sawit itu pada dasarnya, harganya sudah membaik. Di TBS sendiri sudah relatif di atas harga 1.000 rupiah. Kemarean-kemaren di bawah harga itu. Dan kondisi seperti ini sama sekali tidak ekonomis,” tambahnya.

Dengan kondisi harga seperti ini, memang sesaat ada gairah masyarakat untuk melakukan pengelolaan kembali kebun sawit mereka. Namun demikian tetap saja tidak bisa menjadi andalan. Sebab jika suplai bahan baku perusahaan terkait komuditi itu sudah melimpah, mungkin bisa jadi harga sawit anjlok lagi. Kemungkinan besar baru kelihatan ditahun 2017.

“Sawit ini sebetulnya sekrang bagus. Cuma masalahnya karena produktifitas produksi terbatas, sekarang petani memang harus meningkatkan optimalisasi kebun mereka, sambil melakukan produksi terhadap komuditi lainnya,” tambahnya.

Ismet berharap dengan kondisi ekonomi Riau yang relatif masih bergerak, harusnya industri kreatif juga ikut bergarak untuk menupang ekonomi keluarga. Hal ini dilakukan agar ketergantungan petani terhadap komuditi sawit tidak dominan lagi.

Penulis: Melba

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Berita Terkait

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman
Berita Pilihan

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman

...

Read moreDetails
Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Next Post

Gagal Kerjasama dengan PT MIG, Wako Mengaku Tidak Kapok

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.