• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Di Kritik LSM : DPRD Tanah Datar Belum Maksimal

Tim Redaksi by Tim Redaksi
12 Maret 2016
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, (BPC) TANAH DATAR,- Meskipun disokong dengan anggaran yang cukup besar namun kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Datar pada periode ini dinilai belum maksimal. Sebagai pembawa amanah masyarakat, sudah seharusnya anggota dewan menunjukan kualitas sebagai pembawa aspirasi.

“Duduknya mereka di parlemen ini bukan tempat untuk belajar, anggota dewan seharusnya sudah siap tempur dan tidak perlu lagi belajar, terkecuali ada masalah masalah tertentu yang dibutuhkan,” ungkap Meriyanto selaku koordinator BERTUAHPOS.COM, TANAH DATAR,- Meskipun disokong dengan anggaran yang cukup besar namun kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Datar pada periode ini dinilai belum maksimal. Sebagai pembawa amanah masyarakat, sudah seharusnya anggota dewan menunjukan kualitas sebagai pembawa aspirasi.

“Duduknya mereka di parlemen ini bukan tempat untuk belajar, anggota dewan seharusnya sudah siap tempur dan tidak perlu lagi belajar, terkecuali ada masalah masalah tertentu yang dibutuhkan,” ungkap Meriyanto selaku koordinator LMR-RI BPH.NMS (Lembaga Missi Reclassering Republik Indonessia Badan Peserta Hukum Untuk Negara dan Masyarakat) Sumatera Barat, jumat (12/03/16) kepada bertuahpos.com di Batusangkar.

Meriyanto menambahkan, dalam substansi kegiatan yang dilakukan oleh anggota dewan di Tanah Datar ini masih banyak diantara mereka yang tidak menjalankan visi dan misi sesuai dengan ucapan mereka saat kampanye dulu, artinya masih belum mengetahui apa tugas dan tanggung jawab mereka saat berada di dewan ini.

“Kita ingin mereka yang diutus rakyat tersebut bisa berbuat dan memiliki ketegasan ketika harus bersikap, mereka memiliki hak yang diatur oleh undang undang. Bukan hanya berkomentar pedas di warung kopi saja namun ketika berada didepan mikrofon masih banyak yang berdiam diri,” jelas pria yang akrab disapa Armen ini.
Koordinator lembaga swadaya masyarakat LMR RI ini juga menilai, keterbukaan informasi publik yang dilakukan oleh institusi ini sangatlah kurang, dan ini diakui oleh rekan rekan pers Tanah Datar.

Katanya, wajar saja masyarakat menilai jika kerja anggota dewan ini hanya duduk datang dan pergi saja, karena kegiatan kegiatan yang dilakukan oleh sebahagian dewan ke daerah tidak terpublikasi.
“Artinya, ada yang disembunyikan. Padahal apapun bentuk kegiatan yang berhubungan untuk kepentingan masyarakat wajib diketahui, apalagi kegiatan yang dianggarkan dari uang rakyat. Kita bisa melihat contoh, ada kekecewaan masyarakat terhadap anggota dewan ini ketika mereka menyampaikan aspirasi sering terlambat ditindak lanjuti,”terang Armen.

Sementara itu, berdasarkan data yang berhasil dihimpunnya, anggaran untuk perjalanan dinas DPRD Tanah Datar tahun 2016 ini sudah menelan biaya sekitar Rp 1,3 Milyar, ini hanya perjalanan dinas, belum anggaran untuk kebutuhan kelengkapan dewan dan kebutuhan lainnya.

“Besar anggaran daerah yang disedot belum sebanding dengan hasil yang mereka berikan untuk rakyat dan daerah, kegiatan-kegiatan seperti peningkatan kapasitas dan bintek yang dilakukan anggota DPRD tidaklah terlalu prioritas untuk dilaksanakan, bahkan sebaiknya anggaran tersebut di minimalisir saja. Wajar masyarakat mengawasi ini dan perlu pembelajaran bagi mereka yang mengambil kesempatan aji mumpung,” sebut Armen.

Penulis : Doy (Lembaga Missi Reclassering Republik Indonessia Badan Peserta Hukum Untuk Negara dan Masyarakat) Sumatera Barat, jumat (12/03/16) kepada bertuahpos.com di Batusangkar.

Meriyanto menambahkan, dalam substansi kegiatan yang dilakukan oleh anggota dewan di Tanah Datar ini masih banyak diantara mereka yang tidak menjalankan visi dan misi sesuai dengan ucapan mereka saat kampanye dulu, artinya masih belum mengetahui apa tugas dan tanggung jawab mereka saat berada di dewan ini.

“Kita ingin mereka yang diutus rakyat tersebut bisa berbuat dan memiliki ketegasan ketika harus bersikap, mereka memiliki hak yang diatur oleh undang undang. Bukan hanya berkomentar pedas di warung kopi saja namun ketika berada didepan mikrofon masih banyak yang berdiam diri,” jelas pria yang akrab disapa Armen ini.
Koordinator lembaga swadaya masyarakat LMR RI ini juga menilai, keterbukaan informasi publik yang dilakukan oleh institusi ini sangatlah kurang, dan ini diakui oleh rekan rekan pers Tanah Datar.

Katanya, wajar saja masyarakat menilai jika kerja anggota dewan ini hanya duduk datang dan pergi saja, karena kegiatan kegiatan yang dilakukan oleh sebahagian dewan ke daerah tidak terpublikasi.
“Artinya, ada yang disembunyikan. Padahal apapun bentuk kegiatan yang berhubungan untuk kepentingan masyarakat wajib diketahui, apalagi kegiatan yang dianggarkan dari uang rakyat. Kita bisa melihat contoh, ada kekecewaan masyarakat terhadap anggota dewan ini ketika mereka menyampaikan aspirasi sering terlambat ditindak lanjuti,”terang Armen.

Sementara itu, berdasarkan data yang berhasil dihimpunnya, anggaran untuk perjalanan dinas DPRD Tanah Datar tahun 2016 ini sudah menelan biaya sekitar Rp 1,3 Milyar, ini hanya perjalanan dinas, belum anggaran untuk kebutuhan kelengkapan dewan dan kebutuhan lainnya.

“Besar anggaran daerah yang disedot belum sebanding dengan hasil yang mereka berikan untuk rakyat dan daerah, kegiatan-kegiatan seperti peningkatan kapasitas dan bintek yang dilakukan anggota DPRD tidaklah terlalu prioritas untuk dilaksanakan, bahkan sebaiknya anggaran tersebut di minimalisir saja. Wajar masyarakat mengawasi ini dan perlu pembelajaran bagi mereka yang mengambil kesempatan aji mumpung,” sebut Armen.

Penulis : Doy

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Putusan Komisi Informasi Provinsi Riau Kontradiktif, Warga Lanjut Gugat ke PTUN

...

Read moreDetails
Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Next Post

101 Creative Notes: Yoris Pilih Investasi Pertama adalah Kasur, Bukan Mobil

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.